TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Siapkan Blok Baru Hingga Aktivasi Sumur Idle, Pemerintah Berjibaku Tingkatkan Produksi Migas

Albarsyah
23 May 2025 | 09:51
rubrik: Business Info
Dari Siapkan Blok Baru Hingga Aktivasi Sumur Idle, Pemerintah Berjibaku Tingkatkan Produksi Migas

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah telah siapkan setidaknya 60 Wilayah Kerja Migas (WK Migas) yang akan ditawarkan kepada para pelaku usaha dalam kurun waktu tahun 2025 hingga 2026. Ke-60 calon WK Migas tersebut sedang disiapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Edy Slameteo, Kepala Pusat Survei Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menuturkan lebih dari 60 wilayah kerja siap ditawarkan dalam RPBF tahun 2025 hingga 2026. “Sebanyak 16 wilayah kerja akan ditawarkan melalui penawaran langsung dan 4 wilayah kerja akan ditawarkan melalui tender reguler pada tahun 2025,” kata Edy dalam sesi Plenary Session hari ketiga IPA Convex 2025 bertema Roadmap for Increasing Indonesia’s Upstream Oil and Gas Investment di ICE BSD, Kamis (22/5/2025).

Tahun 2026 diharapkan menjadi milestone pembangunan besar-besaran dengan total 43 wilayah kerja yang akan ditawarkan, yang terdiri dari 23 blok melalui penawaran langsung dan 20 blok melalui tender reguler.

Selain itu, 24 kandidat blok akan disiapkan untuk tahun 2027 hingga 2025. Secara total, 87 wilayah kerja direncanakan akan ditawarkan. “Jadi, lebih dari 60 wilayah kerja ditugaskan kepada kami,” ungkap Edy.

Nanang Abdul Manaf, Ketua Satuan Tugas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Minyak dan Gas Bumi, menuturkan ketika blok migas sudah siap untuk dieksplor tantangan besar justru pada non teknikal. “Lebih dari 60% masalahnya sebagian besar adalah masalah non teknis. Perizinan, masalah sosial, kemudian penciptaan lahan, tumpang tindih dengan sektor lain,” kata Nanang.

Sementara itu, Ariana Soemanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM, mengungkapkan selain menawarkan WK Migas guna mendapatkan cadangan migas demi keberlanjutan produksi, pemerintah juga berinisiatif untuk meningkatkan produksi di sumur-sumur idle yang jumlahnya bahkan mencapai ribuan. “Setidaknya ada 4.500 sumur idle yang berpotensi untuk diaktifkan lagi yang sebelumnya dikelola Pertamina dan non Pertamina,” kata Ariana.

BACA JUGA:   INPEX Teken HoA dan MoA Soal Pasokan LNG dan Gas Bumi dengan Tiga BUMN

Khusus untuk Pertamina bakal dieksekusi pengaktifan kembali sebanyak 4.200 sumur dimana 1.700 diantaranya bakal dilakukan secara mandiri dan sisa 2.500 sumur lainnya akan dibuka untuk dikerjasamakan dengan mitra Pertamina. “Dua tahun ke depan ada 500 sumur yang akan ditawarkan kepada pelaku usaha sebagai langkah awal,” ujar Ariana.

Sumur yang dikerjasamakan sebagian besar berada di wilayah onshore Sumatera dan Pertamina sudah siap untuk membuka data bagi para calon mitra usahanya. “Sampai sekarang ada 39 mitra  yang berniat ikut ambil bagian mengaktivasi sumur idle. Saat ini masih menunggu regulasi untuk eksekusi program tersebut,” kata Ariana.

Tags: IPA Convex 2025
Previous Post

Kolaborasi KKKS dan Industri Lokal Perlu untuk Kelancaran Proyek

Next Post

Perusahaan China Manfaatkan Peluang Emas Pasar Sektor Migas Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR