Jakarta, BusinessNews Indonesia— Lintasartasebagai ICT Total Solution Company berkomitmen mendukungperkembangan start-up digital, menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pengelolaan Usaha InstitutTeknologiSepuluhNopember (BPPU ITS) membangun Co-Working Space di Gedung Research Center ITS. Co-Working Space yang dibangun oleh Lintasarta dan BPPU ITS dilengkapi dengan high-speed internet, cloud service, managed service serta para ahli yang akan memberikan mentoring kepadapara tenant start-up.
Dan pada saat yang bersamaan juga menyelenggarakan Lintasarta Appcelerate Program yaitu ajang kompetisi membuat rencana bisnis dalam bentuk inovasi produk atau aplikasi digital, seperti mobile application, yang memiliki nilai bisnis atau dapat diterapkan untuk berbagai sektor industri: smart city, banking, financial, oil & gas, plantation, manufacture, e-health, logistic, transportation, maritime dan tourism.
Lintasarta Appcelerate di ITS telah dimulai sejak 31 Mei 2017 lalu dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan yang meliputi kick off program, pengumpulan proposal daripeserta, seleksi proposal dan presentasi di hadapan dewan juri panelis yang berasaldari ITS dan Lintasarta. Puncaknya atau babak final dengan pengumuman pemenang akan dilakukan padabulan November 2017.
Melihat besarnya potensi bisnis dari teknologi digital, misalkan e-commerce di Indonesia, maka menjadi kewajiban untuk semua stake holders dalam negeri untuk mendukung agar Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Terutama dengan mendorong agar para start-up yang jumlahnya besar tersebut mau membuat dan mengembangkan berbagai macam aplikasi yang dapat diterapkan di berbagai industri.
President Director Lintasarta, AryaDamar mengatakan, “Lintasarta Appcelerate adalah salahsatu Program Corporate Social Responsibility kami di bidang pendidikan bekerja samadengan BPPU ITS. Tujuannya untuk mengembangkan minat dan menyediakan sarana aktualisasi bagi para mahasiswa menjadi enterpreneur digital.”
“Kerja sama dengan BPPU ITS juga bertujuan mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika yang sedang gencar mendorong agar lembaga pendidikan mampu menghasilkan wirausahawan yang mampu memanfaatkan ekonomi digital dalam mengembangkan usahanya,” tambahArya Damar.
