
Jakarta, businessnews.id — Berdasarkan informasi geospasial yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan dianalisis, dapat diprediksikan bahwa di tahun 2050, 95% wilayah Jakarta Utara berada di bawah permukaan laut. Jadi, potensi banjir sangat besar. “Dermaga Muara Baru di Jakarta Utara, bisa saja sudah di bawah permukaan laut sebelum tahun 2050 tersebut,” kata pengamat dari Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas, di Jakarta hari ini.
Heri, dalam satu diskusi panel oleh PWJ Unit Inspektorat Propinsi DKI Jakarta, mengatakan bahwa kalau dipetakan, terlihat bahwa rob sudah ada di semua titik di Jakarta Utara.
November 2007, ada rob. Lalu tanggul ditinggikan di satu lokasi. Tahun 2013, air laut sudah ada di ujung dari tanggul itu. “Tapi sampai kini, tidak semua orang aware terhadap hal itu.”
Lanjut Heri, “Padahal, kalau tanggul tersebut jebol, tragedi Situ Gintung akan kalah. Itu kalau kita lihat dari informasi geospasial.”
Saat ini, 18% dari kawasan DKI Jakarta sudah di bawah permukaan laut. Dan tahun 2050, dia mengimbuhkan, 35% dari DKI Jakata ada di bawah permukaan laut.
Karena air tanah banyak diambil, tinggi permukaan tanah menurun. Permukaan tanah banyak yang turun dengan kisaran 1,7 meter sampai 4 meter per tahun. “Pada tahun 2005, nyaris seluruh lahan di DKI Jakarta telah menjadi pemukiman. Dan pengambilan air tanah besar-besaran terjadi.” (DHI)
EDITOR: DHI