Jakarta, TopBusiness – Provinsi Banten sebagai salah satu daerah penghasil kopi di nusantara melakukan penggalakan penanaman kopi terbaik dan menciptakan cita rasa dan aroma.
Kopi Banten yang karakteristik unik dengan medium acid dan aroma brown sugar. Kopi Banten mempunyai variasi robusta, liberika dan arabika dari tiga kabupaten seperti Lebak, Pandeglang dan Serang.
Dalam konteks membudidayakan perkebunan kopi yang baik di Banten, maka pada Sabtu, (24/5/2025) diselenggarakan diskusi kopi dengan menghadirkan para pelaku bisnis, pakar dan ahli kopi. Mereka adalah Wildan Mustofa sebagai Owner Java Frinsta Estate, Ari Wibowo (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao), dan Adi W. Taroepatjeka, (Pengusaha Kopi dan Instruktur Q Grader).
Dalam diskusi kopi ini, Ari Wibowo menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan perkebunan kopi se-Nusantara. “Kita memiliki alam yang sangat bagus untuk perekebunan kopi. Keunggulan kita terletak di daerah gunung api, jadi cita rasa kopi yang ditanam di daerah gunung api akan memiliki cita rasa spesial yang tidak ditemukan dari negara lain penghasil kopi dunia,” kata Ari.
“Kondisi alam Indonesia menjadikan kopi sangat baik, tetapi masih jauh dari serius dengan negara lain dalam pembudidayakan kopi. Kita lihat Negara Vietnam, salah satu penghasil kopi dunia dengan produksinya yang selalu konstan, padahal untuk cita rasa jauh dari hasil kopi Indonesia”, tegas Ari Wibowo.
Sementara itu Wildan Mustofa mengungkapkan, kita harus berani melakukan kemitraan bagi seluruh petani rakyat se-Indonersia. “Kita harus pantau seluruh mitra dan terus lakukan up grading pendidikan agar mutu kopi yang dihasilkan menjadi standar mutu internasional. Jika kopi Indonesia menjadi bagian dari kopi dunia harus dijaga mutu, kualitas dan kuatintas agar kopi Indonesia bisa bertahan di perkopian dunia”, papar Wildan.
Adi pun menguraikan, harga kopi Indonesia harus konstans, jangan seenaknya saja membuat harga kopi untuk harga dunia, akhirnya pedagang dunia menjadi mundur untuk membeli dari Indonesia.
Adi punya pengalaman dirinya pernah membeli kopi dari Negara Brazil, karena harga kopi Indonesia sudah tidak masuk akal, sementara harga kopi di Brazil masih masuk akal. “Jadi, itu sebuah pengalaman dari kami sebagai pedagang dan eksportir kopi”, imbuh Adi.
Sementara itu, Sri Linda sebagai pemandu acara berharap petani kopi Banten dapat mendapatkan pasar yang terbaik di dalam negeri bahkan luar negeri. “Kopi Banten memiliki cita rasa tersendiri dan perkebunan di Banten dapat menggaet para investor untuk bersinergi dengan para pekebun rakyat karena lokasi dan lahan perkebunan masih sangat luas di wilayah Banten,” tutup dia.
