TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kisruh di Garuda, Asosiasi Pilot Tuntut Pemerintah Turun Tangan

Busthomi
26 May 2025 | 19:28
rubrik: BUMN
Garuda Gandeng Vietnam Airlines Perkuat Ekosistem Aviasi di ASEAN

Maskapai penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia dan Vietnam AIrliness kembali berkolaborasi perkuat ekosistem aviasi Asia Tenggara. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dituntut terus melalukan pembenahan. Saat ini, di tengah kisruh internal di Garuda, Asosiasi Pilot Garuda turut buka suara untuk memperbaiki masalah di internal tersebut. Termasuk dukungannya terhadap pemerintah yang mau melakukan pembenahan terhadap BUMN satu ini.

Capt. Ruli Wijaya selaku Presiden Asosiasi Pilot Garuda dan juga Ketua Sekretariat Bersama menyatakan secara tegas posisi Asosiasi Pilot Garuda di tengah kisruh tersebut.

“Kami yang merupakan bagian dari Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pembenahan menyeluruh yang akan dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,” tandas dia kepada wartawan, Senin (29/5/2025).

Sehubungan dengan hal tersebut, Asosiasi Pilot Garuda menyampaikan beberapa hal penting terkait kondisi saat ini:

  • Perekrutan yang Tidak Sejalan dengan GCG dan Semangat Efisiensi.

“Kami mencermati bahwa pelaksanaan program perekrutan yang dilakukan oleh Manajemen mengandung sejumlah kejanggalan yang perlu dikaji ulang, khususnya dari sisi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, langkah ini juga tidak selaras dengan semangat efisiensi yang saat ini menjadi fokus utama Pemerintah maupun Perusahaan,” katanya.

  • Gagalnya Komunikasi Manajemen dan Serikat Pekerja. 

Komunikasi yang tidak terjalin secara efektif antara Manajemen sebagai pemangku kebijakan dan Serikat Pekerja, sebut Ruli, telah menghambat terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara Karyawan dan Manajemen, yang semestinya menjadi dasar dalam membangun perusahaan yang sehat.

  • Pembatasan Terhadap Kebebasan Berpendapat.

Kata dia, upaya pihak Asosiasi Pilot Garuda dalam menyampaikan pendapat sering kali direspons dengan pembatasan, meskipun telah dilakukan sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Padahal, seluruh masukan yang kami sampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap Garuda Indonesia sebagai flag carrier nasional,” katanya.

BACA JUGA:   Hutama Karya Sukses di Kompetisi BIM Internasional

“Sayangnya, manajemen cenderung memandang kami sebagai pihak yang berseberangan, alih-alih melihat potensi kontribusi dari pengalaman dan kompetensi yang kami miliki sebagai bagian dari aset strategis Perusahaan,” ujarnya.

  • Pemutusan Sepihak Pemotongan Iuran Serikat

“Kami menduga adanya upaya pelemahan terhadap Serikat Pekerja melalui penghentian mendadak bantuan pemotongan iuran keanggotaan dari sistem payroll pegawai. Langkah ini mencerminkan tidak adanya itikad baik dari Perusahaan dalam menjaga kemitraan yang sehat antara Serikat dan Manajemen dalam membangun PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,” ungkap dia.

  • Dugaan Kriminalisasi Terhadap Pengurus Serikat

Terdapat dugaan upaya kriminalisasi terhadap Ketua-ketua Serikat Pekerja melalui pelaporan kepada pihak kepolisian terkait Berita Pers yang dikeluarkan oleh Sekretariat Bersama.

Tindakan ini patut dipertanyakan, kata dia, karena tidak sejalan dengan amanat Undang- Undang Dasar 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.

“Sehubungan dengan hal-hal di atas, dan demi menjaga keberlangsungan bisnis Garuda Indonesia dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan (safety) dan pelayanan terbaik kepada pelanggan, kami, Asosiasi Pilot Garuda, meminta kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Menteri BUMN Bapak Erick Thohir serta Pemegang Saham untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,” pungkas Ruli.

Tags: Asosiasi Pilot Garudakisruh di garudaPT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Previous Post

ExxonMobil Indonesia Sambut Kepemimpinan Baru

Next Post

Lantik 19 Pejabat Tinggi Pratama dan 54 Pejabat Administrator, Menteri Dody Tekankan Budaya Integritas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR