Jakarta, TopBusiness—Analis dari Indo Premier Sekuritas (Ipot), Indri Liftiany Travelin Yunus, pagi ini memberikan analisis untuk perdagangan saham pekan ini. Dalam riset terbaru yang diterima pagi ini oleh redaksi Majalah TopBusiness, ia mengatakan: terdapat beberapa peristiwa penting yang berpotensi memengaruhi perdagangan pekan ini.
Yakni Mahkamah Perdagangan Internasional AS yang memblokir tarif impor Presiden AS Donald Trump karena dianggap melampaui wewenang; Trump mempertimbangkan tarif impor sementara sebesar 15% untuk sebagian besar ekonomi global selama 150 hari; dan rencana Trump menaikkan tarif baja dan aluminium menjadi 50%.
Ada pula kabar Elon Musk mundur sebagai penasihat senior Gedung Putih dan adanya isu pengunduran diri Ray Dalio sebagai penasihat Danantara, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Selain itu, terkait market pekan ini yang hanya akan berlangsung selama 4 hari perdagangan 2-5 Juni 2025 karena ada libur Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Indri mengimbau para trader untuk mencermati sejumlah sentimen kunci dari global dan domestik.
Sentimen global yang wajib dicermati yakni Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Mei Amerika Serikat yang diprediksi akan meningkat ke level 52,3 dibandingkan bulan sebelumnya di level 50,2, JOLTs Job Openings Amerika Serikat bulan Mei yang diperkirakan akan sedikit turun level 7,05 juta dibandingkan bulan sebelumnya di level 7,192 juta.
Kemudian,Initial Jobless Claims Amerika Serikat pada minggu ketiga bulan Mei yang diperkirakan turun tipis ke level 235.000 dari bulan sebelumnya di level 240.000. Dan, Non Farm Payrolls Amerika Serikat bulan Mei yang diperkirakan akan turun ke level 130.000 dibanding bulan sebelumnya di level 177.000.
Sementara itu sejumlah sentimen domestik yang perlu dipantau pekan ini yakni S&P Global Manufacturing PMI pada bulan Mei yang diprediksi akan meningkat ke level 48,3 dibanding bulan sebelumnya di 46,7, neraca dagang Indonesia bulan April yang diprediksi tetap surplus namun turun hingga US$2,75 miliar dibandingkan bulan sebelumnya di level US$4,33 miliar. Dan, Indonesia diprediksi mengalami disinflasi ke level 1,9% dibandingkan bulan sebelumnya di level 1,95%.
Indri lalu memberikan rekomendasi ini.
- Buy ANTM (Current Price: 3.110, Entry: 3.110, Target Price: 3.330 (7,07%), Stop Loss: 3.030 (-2,57%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,8). ANTM masih tetap berada dalam strong uptrend dan bertahan diatas garis EMA 5. Asing masih mencatatkan net buy pada saham ANTM sebesar Rp233 miliar sepanjang perdagangan pekan lalu. Terlihat volume pembelian saham ANTM masih cukup tinggi dan masih berpotensi berlanjut.
- Buy on Breakout BRMS (Current Price: 360, Entry: 370, Target Price: 408 (10,27%), Stop Loss: 350 (-5,41%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,9). BRMS saat ini tengah berada dalam area konsolidasi dan membentuk area based yang sangat kuat. Candlestick terlihat masih berada diatas garis EMA 5 diiringi volume transaksi yang sangat tinggi. Stochastic oscillator masih berada di level 60 dan berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.
- Buy on Breakout BRIS (Current Price: 3.000, Entry: 3.040, Target Price: 3.350 (10,20%), Stop Loss: 2.870 (-5,59%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,8). Saat ini BRIS berada dalam area konsolidasi yang cukup kuat dan tengah mencoba breakout level 3040. Volume transaksi BRIS juga terpantau masih cukup tinggi. Menariknya lagi, selama perdagangan pekan lalu asing masih mencatatkan net buy senilai Rp232,7 miliar.
- Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia State-Owned Companies (XISC). Berdasarkan teknikalnya, IDXBUMN memiliki performa yang sangat menarik. Terlihat sudah terjadi golden cross pada garis EMA 5 dan EMA 50 yang menjadi konfirmasi bahwa IDXBUMN sudah berada dalam laju uptrend. Sehingga Indo Premieri merekomendasikan untuk mengoleksi Reksa Dana Saham Power Fund Series (PFS) dengan kode XISC atau Reksa Dana Saham Premier ETF Indonesia State-Owned Companies.
