Jakarta, TopBusiness – PT Migas Utama Jabar atau MUJ tidak hanya fokus pada profit bisnis, tetapi juga mengedepankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) energi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, MUJ berkomitmen melakukan transisi energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Perusahaan kini tengah giat mengembangkan bisnis bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Mobil Listrik, dan Pembangkit EBT.
“Ini salah satu upaya perusahaan dalam penurunan gas rumah kaca dan menyongsong bisnis yang berkelanjutan,” ujar Muhamad Sani selaku Direktur Utama PT Migas Utama Jabar dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Rabu (4/6/2025).
Hadir pula dalam penjurian ini, Ridwan (Kepala Divisi TJSL), Wahyu Wardana (Kepala Departemen Bina Lingkungan), Rima Solihat (Staf Departemen Program & Kemitraan).
MUJ memasang target pemasangan PLTS Atap sebesar 21,535 kWh dan pengurangan emisi karbon sebesar 17,15 ton CO2e. “Kami ingin menjadi BUMD yang mampu menjadi pengumpul seluruh kredit karbon di Jawa Barat dan pada akhirnya nanti bisa kita jual dan keseluruhan hasilnya akan kita berikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tutur dia.
Dalam perencanaan program CSR, MUJ selalu melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media atau dikenal dengan pendekatan pentahelix. Pemetaan sosial dilakukan bersama masyarakat, serta disinergikan dengan program dinas terkait di Provinsi Jawa Barat.
Menurut Sani, pengelolaan TJSL di MUJ berhubungan erat dengan Program Transisi Energi atau EBTKE, Climate Change, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Sedangkan dalam pelaksanaan TJSL, MUJ terlebih dulu melakukan identifikasi dampak dari dari operasional perusahaan atau keputusan bisnis.
Berdasarkan identifikasi dampak yang ditimbulkan dari operasional bisnis perusahaan selama tahun 2024 antara lain; konsumsi listrik sebesar 110.331 kWh atau setara 93,78 ton CO₂e, penggunaan air tanah sebanyak 1.947 m³, pemakaian kertas sebanyak 152 rim yang berdampak pada hilangnya 9–8 pohon produktif, serta sampah yang dihasilkan sebanyak 18 ton.
Untuk mengelola dampak tersebut, ada dua inisiatif strategis atau program CSR unggulan MUJ. Pertama adalah Integrated Coastal Development Program (ICDP) untuk yang terkait Climate Change. Kedua, Konservasi Bambu dan Kerajinan Bambu untuk pemberdayaan ekonomi lokal dan lingkungan.
Integrated Coastal Development Program (ICDP) adalah program CSR yang memadukan konservasi mangrove, pembinaan UMKM, dan edukasi masyarakat yang dilaksanakan di wilayah pesisir Jawa Barat.
“Konservasi mangrove kami lakukan bukan hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga sebagai solusi berbasis alam dalam menghadapi perubahan iklim. Mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar,” ujar Wahyu Wardana, menambahkan
Perusahaan telah menanam ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir dari Bekasi hingga Indramayu. Selain itu, masyarakat lokal dilibatkan dalam budidaya mangrove, produksi olahan hasil laut seperti abon ikan, dan pelatihan kewirausahaan. Program ini tidak hanya menekan dampak abrasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru.
Inovasi lainnya yang menjadi perhatian nasional adalah Program Bambu Parahyangan. Program ini berangkat dari keprihatinan terhadap dampak operasional perusahaan seperti konsumsi listrik, penggunaan air tanah, dan penggunaan kertas.
Program Bambu Parahyangan berfokus pada konservasi bambu (pelestarian dan penanaman), pelestarian mata air (seke) serta kerajinan dan kesenian tradisional Jawa Barat.
“Dengan menanam bambu di daerah resapan air, kita tidak hanya menjaga kuantitas dan kualitas air tanah, tapi juga mewariskan solusi jangka panjang untuk generasi berikutnya,” jelas Wahyu.
Tak hanya itu, perusahaan juga membina komunitas perajin bambu dan mendorong ekonomi kreatif berbasis bambu. Produk kerajinan dari masyarakat kini telah merambah pasar dalam dan luar negeri dengan nilai jual yang menjanjikan.
Tak melupakan aspek sosial, MUJ juga menginisiasi program Sahabat Disabilitas Mandiri, yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas. Melalui program ini, penyandang disabilitas diberi pelatihan kerja, akses terhadap pendidikan nonformal, hingga dukungan alat bantu seperti kaki dan tangan palsu.
Berbagai program CSR yang dijalankan MUJ tersebut diklaim sejalan dengan Asta Cita dan Program Prioritas Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Kinerja sosial-lingkungan PT MUJ pun mendapatkan apresiasi dalam ajang TOP CSR Awards 2023 dan 2024, di mana perusahaan meraih penghargaan TOP CSR Awards Star 4 dan TOP Leader on CSR Commitment selama dua tahun berturut-turut. Tahun 2025 ini, MUJ terpilih kembali menjadi kandidat peraih TOP CSR Awards.
