Jakarta, BusinessNews Indonesia—PT Trisula Textile Industries Tbk resmi melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten BELL pada hari ini.
Tak hanya menawarkan saham ke publik, perusahaan tekstil ini juga memberikan alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA). Dari 300 juta lembar saham yang di-IPO-kan seharga Rp 150 per lembar saham, sebanyak 0,38 persen atau sekitar 1,15 juta saham dialokasikan kepada karyawan.
Program ESA ini ditujukan untuk karyawan perseroan dan anak usaha yang berjumlah sekitar 400 orang, dan tidak diperuntukkan bagi direksi maupun komisaris. “ESA ini bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap perseroan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan,” kata Direktur Keuangan dan Administrasi PT Trisula Textile Industries Tbk, R. Nurwulan Kusumawati, di Gedung BEI, Jakarta.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Erdikha Elit Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia, sebagai penjamin pelaksana emisi.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya menambahkan, sebagai perusahaan publik, emiten berkode BELL ini diharapkan agar dapat menerapkan good corporate governance (GCG).
“Sehingga perusahaan lebih profesional. Karena seperti diketahui, IPO merupakan sarana untuk menggalang dana publik agar perseroan dapat meningkatkan kinerjanya,” tambahnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2017, aset Trisula tercatat sebesar Rp414 miliar, naik 7% dari akhir tahun 2016 sebesar Rp387,98 miliar. Pendapatan perusahaan per 31 Maret 2017 mencapai Rp111,35 miliar, terbagi atas penjualan lokal Rp104,36 miliar dan penjualan pasar ekspor sebesar Rp6,99 miliar.
Akhir tahun 2016, penjualan lokal Trisula mencapai Rp381,52 miliar, sedangkan penjualan ekspor sebesar Rp34,64 miliar.
Pada tahun 2016, pendapatan perseroan di-support paling besar dari bisnis polyester Rp255,07 miliar, sisanya dari bisnis uniform (seragam korporat) Rp 130,62 miliar dan Rp30,47 miliar dari poly/rayon.
