TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rp 11 Triliun dari Industri Asuransi Kabur ke Luar Negeri

Nurdian Akhmad
28 March 2014 | 10:22
rubrik: Finance
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Industri asuransi dalam negeri masih perlu diperkuat, pasalnya saat ini devisa senilai Rp 11 triliun ‘terbang’ ke luar negeri akibat kapasitas dan agresifnya  perusahaan reasuransi luar negeri.

Menurut Deputi komisioner Pengawas IKNB (Industri Keuangan Non-Bank) OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Dumoly F. Pardede, di Jakarta (27/3/2014), bahwa dana tersebut sebenarnya bisa ditahan di dalam negeri. Pasalnya 60 persen dari Rp 11 triliun tadi bukan untuk reasuransi sektor-sektor yang  rumit dan  mahal.  “Tetapi dari  asuransi-asuransi yang bisa ditahan di sini (dalam negeri),” kata dia.

Dilanjutkannya, asuransi kesehatan, kendaraan bermotor, properti, merupakan produk asuransi yang seharusnya bisa direasuransikan  di dalam negeri namun ternyata  banyak yang keluar negeri.

“Karena itu tidak sulit, dan nilai klaimnya juga jelas. Tapi kalau yang namanya tambang, pesawat, yang  triliunan, nah itu memang rumit dan sulit,” kata dia.

Jika dana tersebut  bisa ditahan di dalam negeri, maka industri asuransi dalam negeri akan lebih kuat dan bisa menciptakan lapangan kerja.  Untuk itu ia meminta seluruh pelaku industri keuangan baik industri asuransi, perbankan, pembiayaan, untuk membangun industri asuransi dengan cara membangun linkage. “Khususnya perbankan, asuransi, dan pembiayaan, dalam sinergi.”

Sinergi yang dimaksudnya, industri perbankan mendukung industri asuransi. Industri asuransi juga bisa mendukung industri pembiayaan atau sebaliknya. Khususnya untuk industri asuransi, akan segera dibentuk perusahan reasuransi yang besar. “Tentunya perusahaan reasuransi ini akan di perhitungkan di dunia.”
(ZIZ)

BACA JUGA:   SeaBank Hadirkan Pesta Untung 2025 Berhadiah BYD Sealion, iPhone dan Emas Lewat Transaksi QRIS
Previous Post

Asosiasi Pembiayaan Minta Percepatan Klaim Asuransi

Next Post

OJK Jadi Anggota Penuh IFSB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR