Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia akan bergerak sideways hari ini, lantaran sentimen beragam dari pasar global dan regional.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia membeberkan kondisi Bursa AS yang ditutup melemah pada Rabu (11/6). Dow -0,00%, S&P 500 -0,27%, dan Nasdaq -0,50%. Pasar mendapat tekanan dari kekhawatiran terkait situasi Timur Tengah, meskipun data inflasi yang menurun membantu meredakan kecemasan terkait kenaikan harga menjelang pembicaraan dagang AS-Tiongkok.
Harga komoditas sebagian besar menguat pada Rabu (11/6). Minyak WTI +6,17% ke USD 68,81/barrel, Brent +4,34% ke USD 69,8/barrel, batubara +0,80% ke USD 106,7/ton, CPO -0,65% ke MYR 3.839, dan emas +0,95% ke USD 3.355/oz.
Bursa saham Asia ditutup menguat pada Rabu (11/6). Kospi +1,23%, Hang Seng +0,84%, Nikkei +0.55%, dan Shanghai +0,52%.
IHSG turun 0,11% ke level 7.222,5 dengan net buy asing sebesar Rp 79,4 miliar; net sell Rp -59,4 miliar di pasar regular, dan net buy Rp 138,8 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing terbesar di pasar reguler tercatat di BRMS (Rp 335,1 miliar), diikuti oleh TLKM (Rp 223,6 miliar), dan BRIS (Rp 51,1 miliar). Net sell asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBRI (Rp 330,2 miliar), diikuti CUAN (Rp 225,6 miliar), dan BBCA (Rp 136,7 miliar). Top leading movers, termasuk BRMS, MBMA, GOTO, sementara top lagging movers termasuk TLKM, BBRI, TPIA.
Kospi (+0,29%) dan Nikkei (-0,66%) dibuka mixed pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, mengingat sentimen yang beragam dari pasar global dan regional,” demikian isi laporan riset.
