TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Yandex Kembangkan AI Open Source untuk Kebersihan Lingkungan

Nurdian Akhmad
13 June 2025 | 08:31
rubrik: Business Info
Yandex Kembangkan AI Open Source untuk Kebersihan Lingkungan

Jakarta, TopBusiness – Yandex B2B Tech, Yandex School of Data Analysis, dan Far Eastern Federal University (FEFU) telah meluncurkan jaringan saraf tiruan atau neural network yang open-source atau terbuka untuk umum.

 Solusi AI terbaru ini berhasil digunakan di kawasan terpencil pada wilayah Cagar Alam Federal Kamchatka Selatan, Rusia Timur dan kini sedang diuji coba di kawasan Arktik dan sejumlah wilayah lainnya.

Dalam keterangan pers tertulis dari Yandex, Neural network ini adalah model komputasi yang meniru cara kerja otak manusia dalam memproses informasi untuk melakukan deteksi dan klasifikasi secara tepat atas berbagai jenis limbah di pesisir kawasan terpencil

“Sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 untuk mengakhiri polusi plastik, solusi berbasis AI open source ini bisa membantu berbagai pihak, termasuk lembaga lingkungan dan komunitas sukarelawan, dalam mempercepat proses pengangkutan limbah padat, termasuk plastik, di zona ekologi yang dianggap sensitif di seluruh dunia,” jelas keterangan pers Yandex yang diterima redaksi, Jumat (13/6/2025).

Berdasarkan laporan World Bank pada tahun 2021, Indonesia menghasilkan 7,8 juta ton1 sampah plastik setiap tahunnya, dan 600.000 ton di antaranya dibuang ke laut. 83% limbah plastik di lautan Indonesia berasal dari daratan melalui jalur air, khususnya empat sungai utama di Indonesia seperti Brantas, Ciliwung, Citarum, dan Progo. Sungai-sungai ini dianggap sebagai kontributor besar untuk pencemaran laut dan termasuk dalam 20 sungai paling tercemar di dunia.

Limbah plastik meracuni ekosistem, mengganggu rantai makanan, dan mengancam keanekaragaman hayati laut dan kesehatan manusia. Banyak limbah plastik yang berakhir di tepi pantai Indonesia, di mana sampah tersebut dapat dikumpulkan dan diangkut.

Namun, garis pantai Indonesia sepanjang 54.716 kilometer2 sulit untuk selalu dijaga kebersihannya, terutama untuk kawasan-kawasan terpencil yang tidak mudah dijangkau – tidak hanya untuk upaya pembersihan tetapi juga untuk asesmen polusi dan menentukan sumber daya penting yang dibutuhkan untuk pengangkutan limbah.

BACA JUGA:   PUPR Luncurkan Aplikasi Sistem Peringatan Dini Manajemen Risiko Program Padat Karya

Hasil Uji Coba

Selama proses uji coba di cagar alam Kamchatka, neural network menemukan bahwa 33-39% limbah di pesisir terdiri dari kontainer dan kemasan plastik dan 27-29% berasal dari industri perikanan. Dengan menggunakan metode ini, tim relawan berhasil membersihkan 5 ton sampah empat kali lebih cepat daripada metode tradisional, memobilisasi jumlah relawan yang optimal, dan menentukan peralatan yang tepat untuk mengangkut sampah yang terkumpul.

Pengembangan proyek open-source neural network oleh Yandex dan FEFU di tahun 2025 juga mencakup pemantauan di seluruh taman nasional di kawasan Timur Jauh Rusia dan Arktik, di mana terdapat banyak medan menantang yang mempersulit upaya pengelolaan limbah.

Cara Kerja Solusi Berbasis AI

Solusi AI yang dikembangkan memanfaatkan visualisasi komputer, khususnya melalui fitur segmentasi gambar semantik, untuk memastikan bahwa deteksi limbah padat bisa dilakukan secara otomatis. Metode ini membagi gambar ke dalam kelompok piksel yang berbeda, membuat kategori masing-masing dari sesuai dengan jenis sampah tertentu seperti jaring ikan, besi, karet, potongan plastik besar, beton, dan kayu, mencapai tingkat akurasi lebih dari 80%.

Neural network kemudian memetakan lokasi limbah, melakukan estimasi volume dan bobotnya, melakukan kalkulasi tenaga kerja serta peralatan yang dibutuhkan, termasuk truk pengangkat sampah dan kendaraan untuk segala medan. Metode berbasis data ini mengoptimalkan proses logistik, mengurangi waktu penyelesaian pekerjaan dan biaya pembersihan.

Neural network oleh Yandex dan FEFU juga dapat diintegrasikan dengan berbagai alat pemetaan, seperti software spasial QGIS yang juga open source.

Basis sumber kode lengkap neural network ini sepenuhnya open source dan tersedia di GitHub. Lembaga lingkungan dan organisasi sukarelawan di seluruh dunia dapat menggunakan model ini secara gratis dan memodifikasinya untuk keperluan masing-masing, khususnya dalam hal pengelolaan polusi.

Tags: YANDEX
Previous Post

MKTR Raih TOP CSR Star 4 dan Penghargaan Komitmen CSR Nasional 2025

Next Post

Jumat Ini, IHSG di Label Merah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR