Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.54%, disertai dengan net buy asing ~197 Miliar. Saham yang paling banyak di net buy asing adalah ANTM, BBCA, TLKM, AMRT, dan TPIA.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, jika IHSG masih bertahan di atas support 7120, maka IHSG masih berpeluang naik ke 7190-7200. Katalis hari ini menunggu pengumuman BI rate.
“Dengan kondisi saat ini, maka level support IHSG diproyeksi berada di rentang 7120-7130. Dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7190-7200,” kata dia dalam risetnya, Rabu (18/6/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Terdorong Konflik Israel-Iran. Wall Street ditutup melemah karena konflik Israel-Iran berlanjut untuk hari kelima dan membuat kecemasan investor tetap tinggi, dengan militer AS memindahkan jet tempur ke Timur Tengah.
Selasa (17/6), indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,70%, S&P 500 turun 0,84% dan Nasdaq Composite turun 0,91%. Mengutip tiga pejabat AS, bahwa militer AS mengerahkan lebih banyak pesawat tempur ke Timur Tengah dan memperluas pengerahan pesawat tempur lainnya.
Presiden Donald Trump menyerukan “penyerahan tanpa syarat” ke Iran. Perang di kawasan Timur Tengah ini dimulai pada hari Jumat (13/6) ketika Israel menyerang fasilitas nuklir Iran.
Selain konflik Timur Tengah, investor mencermati dengan saksama informasi baru tentang tarif Trump, RUU pemotongan pajak, dan suku bunga AS. Keputusan kebijakan moneter Federal Reserve diharapkan pada Rabu (18/6).
Di sisi lain, saham pertahanan naik, termasuk Lockheed Martin, yang naik 2,6%. Sedangkan, saham Enphase Energy anjlok 24% dan Sunrun anjlok 40%.
Sementara itu, saham Eli Lilly anjlok 2% setelah perusahaan setuju mengakuisisi Verve Therapeutics hingga $1,3 miliar.
Bursa Asia Bervariatif, Investor Cermati Konflik Israel-Iran dan Keputusan BOJ. Pasar saham Asia-Pasifik mixed pada Selasa (17/6), seiring para investor mencermati perkembangan konflik antara Israel dan Iran.
Teheran dikabarkan menunjukkan kesiapan untuk bernegosiasi, sehingga menumbuhkan harapan bahwa ketegangan dapat diredam.
Selain isu geopolitik, Bank sentral Jepang (Bank of Japan) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,5% dan mengumumkan rencana memperlambat penarikan diri dari pasar obligasi mulai tahun depan, sebagai bentuk kehati-hatian di tengah volatilitas pasar yang meningkat.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,59%, dan indeks Topix naik 0,35%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,12%, sedangkan indeks Kosdaq turun 0,21%. Selain itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,08% dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,34%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).
Trading Idea hari ini: BUMI, TOBA, DKFT, BKSL, CMRY, dan BREN
–BUMI Spec Buy dengan area beli di 124-127, cutloss di bawah 123. Target dekat di 130-135.
–TOBA Spec Buy dengan area beli di 900-925, cutloss di bawah 870. Target dekat di 960-1000.
–DKFT Spec Buy dengan area beli di 466-472, cutloss di bawah 462. Target dekat di 478-486.
–BKSL Spec Buy dengan area beli di 126-128, cutloss di bawah 123. Target dekat di 131-134.
–CMRY Spec Buy dengan area beli di 4770-4830, cutloss di bawah 4730. Target dekat di 4880-4950.
–BREN Spec Buy dengan area beli di 6350-6400, cutloss di bawah 6300. Target dekat di 6500-6650.
