Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (23/06/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup mayoritas melemah pada Jumat (20/6). Dow +0,08%, S&P 500 -0,22%, Nasdaq -0,51%. Pasar AS ditutup melemah akibat potensi keberlanjutan eskalasi di Timur Tengah.
Pasar komoditas bergerak naik Jumat kemarin (20/6). Harga minyak WTI +1,45% ke level USD 75,23/bbl, harga minyak Brent +0,79% ke level USD 79,48/bbl, harga batubara +0,18% di level USD 113,5/ton, dan CPO +0,27% ke level MYR 4.115. Harga emas terpantau menguat 0,32% ke level USD 3.376/oz.
Bursa Asia ditutup melemah Jumat kemarin (20/6). Kospi +1,48%, Hang Seng +1,26, Nikkei -0,22% dan Shanghai -0,07%.
IHSG ditutup melemah 0,88% ke level 6.907,1. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 2.732.9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 2.736,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 3,9 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 576,7 miliar), BMRI (Rp 445,7 miliar), dan BBRI (Rp 308,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh AADI (Rp 55,7 miliar), CUAN (Rp 23,9 miliar), dan ADMR (Rp 19,5 miliar). Top leading movers emiten DSSA, MLPT, BYAN, sementara top lagging movers emiten AMMN, TLKM, BBCA.
Pagi ini, Kospi tercatat melemah 1,01%, dan Nikkei juga mencatatkan pelemahan 0,47%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak turun, didorong sentimen negatif pasar regional dan potensi eskalasi di Timur Tengah,” demikian tertulis di website.
