Jakarta, BusinessNews Indonesia—Deputi Teknologi Informasi, Energi, dan Mineral, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza, mengatakan di Jakarta hari ini tentang perlunya memersiapkan dan membangun pemahaman pentingnya cyber security system dalam jaringan cerdas (smart grid).
“Kami ingin mendorong pemahaman OT (operation technology) sistem kelistrikan cerdas di satu sisi, dan IT (information technology) di sisi lain. OT-IT diperlukan untuk mencapai ketahanan negara dalam penyediaan jaringan,” kata dia dalam suatu seminar.
Untuk dapat mengimplementasikan jaringan cerdas , dibutuhkan teknologi informasi sebagai dasar dari pengoperasian jaringan cerdas itu sendiri, sehingga melalui teknologi digital ini komunikasi antar-jaringan dapat terhubung dan terkontrol.
Seperti diketahui, teknologi informasi tidak akan bisa lepas dari jaringan internet sebagai komunikasinya, maka dari itu dibutuhkan protokol internet standar sebagai penghubung antarjaringan pada jaringan cerdas. Disinilah dibutuhkan keamanan yang mumpuni.
“Serangan dari cyber yang mengancam dapat menimbulkan banyak kerugian dan membahayakan sistem kelistrikan itu sendiri,” ucap dia.
Sementara itu, Andhika Prastawa, kepala B2TKE-BPPT, menyatakan bahwa kebutuhan akan keamanan cyber a adalah hal yang sangat mendesak. Menurutnya, jaringan cerdas merupakan jaringan yang berbasiskan pada internet dan oleh karena itu diperlukan sebuah keaman standar bagi pengoperasiannya.
Lanjut Andhika, dengan terkoneksinya komponen-komponen jaringan kelistrikan pada jaringan internet, menyebabkan smart grid menjadi mudah diserang terhadap ancaman dan serangan cyber.
“Jadi, keamanan untuk sistem jaringan cerdas adalah sangat mendesak,” kata Andhika.