Jakarta, BusinessNews Indonesia—Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, berharap bunga PNM (Permodalan Nasional Madani) lebih rendah. Sehingga, nasabah seperti kelompok ibu rumah tangga pra-sejahtera, lebih ringan bebannya.
“Tingginya bunga itu karena sumber dana yang didapat masih dari obligasi,” ucap Marwan seperti ditulis oleh situs resmi DPR RI (17/10/2017).
Marwan mengatakan, diharapkan bahwa ke depan, PIP (Pusat Investasi Pemerintah) menyiapkan suku bunga dengan kisaran 2% sampai 4%.
“Dan kalau sudah berjalan di akhir tahun ini maksimal jatuhnya ke masyarakat tidak lebih dari 10%,” dia berkata.
Marwan pun menyatakan dukungannya terhadap program PIP yang telah berjalan selama dua tahun ini.
“Kita dukung kegiatan ini dan salah satu dukungannya itu kita turun ke lapangan dan bertanya langsung dengan masyarakat tentang manfaat dari program ini. Kalau ternyata memang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat tentu itu juga merekatkan persatuan dan tentu akan kita dukung,” ujar Marwan.
Tim Komisi XI DPR melakukan kunjungan langsung ke lapangan dan melihat upacara rutin ibu-ibu rumah tangga yang diadakan oleh PNM kepada masyarakat. Diketahui langsung dari pihak PNM, salah satu syarat program pembiayaan ini memang nasabahnya ‘harus’ ibu-ibu prasejahtera.