Jakarta, TopBusiness – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) menyerahterimakan Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur kepada pemerintah. Pusat persemaian seluas 32,5 hektare itu dirancang untuk memproduksi hingga 15 juta bibit tanaman endemik Kalimantan per tahun.
Seremoni serah terima Pusat Persemaian Mentawir berlangsung di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, Kompleks Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, pada Selasa (24/6/2025).
Penandatanganan dokumen serah terima dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut Dyah Murtiningsih, Direktur Utama ITM Mulianto, dan Direktur ITM Ignatius Wurwanto. ad Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Shiddiq.
Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran direksi ITM, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Myrna Asnawati Safitri, serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Persemaian Mentawir merupakan lumbung bibit terbesar di Indonesia yang diharapkan dapat menopang kegiatan rehabilitasi lahan kritis, pemulihan kawasan hutan, dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni menuturkan, kolaborasi dalam membangun dan mengembangan Pusat Persemaian Mentawir merupakan tonggak penting keterlibatan dunia usaha dalam rehabilitasi hutan secara konkret dan terukur.
”Saya percaya bahwa antara pembangunan dan pelestarian hutan dapat berjalan beriringan. Dalam konteks industri pertambangan, di sinilah Good Mining Practices harus terus kita tekankan, kita jalankan. ITM telah memberikan contoh sebagai Perusahaan yang punya komitmen terhadap pelestarian hutan dan lingkungan yang baik,”ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (25/6/2025).
Pada kesempatan sama, Menteri Kehutanan juga menandatangani buku Etnobotani dan Pascatambang—hasil kolaborasi ITM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)—yang merupakan bagian dari studi keanekaragaman hayati ITM di area konsesi anak usahanya. Studi ini berfokus pada jenis-jenis tumbuhan lokal dan pemanfaatannya oleh masyarakat di sekitar konsesi.
Direktur Jenderal PDASRH, Dyah Murtiningsih mengatakan, pentingnya keberlanjutan fungsi persemaian ini setelah serah terima.
“Dengan kapasitas produksi bibit yang sangat besar, Pusat Persemaian Mentawir diharapkan menjadi penopang rehabilitasi hutan dan lahan di berbagai wilayah. Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan operasionalnya dalam program-program strategis kehutanan nasional di masa mendatang,” ujar Dyah.
