Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.54%, disertai dengan net sell asing ~1.01 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, PGEO, ADRO dan SSIA.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, IHSG akan mencoba untuk tes support di 6780 dan jika kuat bertahan di area tersebut, potensi short term technical rebound kembali.
“Dengan kondisi itu, maka level support IHSG akan berada di rentang 6750-6780 dan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 6900-6950,” ujar Fanny dalam risetnya, Kamis (26/6/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Mixed Saat Konflik Timur Tengah Mereda, Investor Cermati Pidato Powell. Indeks utama Wall Street ditutup beragam (mixed) pada akhir perdagangan Rabu (25/6), menghentikan reli dua hari karena gencatan senjata Israel-Iran terus berlanjut.
Sementara itu, investor mencermati testimoni Ketua The Fed Jerome Powell di Kongres untuk hari kedua.
Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,25%, S&P 500 turun tipis 0,02 poin. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,31%. Di sisi lain, saham Nvidia menyentuh rekor tertinggi, mengangkat nilai pasar menjadi US$ 3,75 triliun.
Saham Tesla turun 3,8% karena penjualannya di Eropa merosot dalam lima bulan berturut-turut. Ketidakpastian ekonomi terus membebani arahan perusahaan.
Saham FedEx anjlok 3,3% setelah perusahaan pengiriman paket itu memperkirakan laba kuartalan di bawah estimasi karena tarif membebani permintaan global.
Sementara itu, UPS turun 1,2%. General Mills juga memberikan panduan laba yang mengecewakan, menyebabkan sahamnya turun 5,1%.
Saham perusahaan keamanan siber BlackBerry yang terdaftar di AS melonjak 12,5% menyusul kenaikan perkiraan pendapatannya, yang dikaitkan dengan permintaan yang stabil.
Bursa Saham Asia Kompak Menguat. Bursa saham Asia-Pasifik kompak naik pada perdagangan Rabu (25/5), karena investor mempertimbangkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, serta komentar baru dari The Fed.
Selan itu, adanya optimisme yang berkembang bahwa gencatan senjata antara Israel dan Iran yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan terwujud.
Indeks Jepang, Nikkei 225 naik 0,39% dan Topix naik moderat 0,03%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,15%, sedangkan Kosdaq melemah 0,34%.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,04%, Hang Seng Hong Kong meningkat 1,23%, Taiex Taiwan menguat 1,09% dan Shanghai Composite naik 1,04%. Di sisi lain, investor akan mencermati data inflasi Australia untuk bulan Mei. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ANTM, BUMI, INET, BKSL, CUAN, dan PANI
–ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 2870-2930, cutloss di bawah 2790. Target dekat di 2980-3100.
–BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 108-112, cutloss di bawah 107. Target dekat di 115-118.
–INET Buy if Break 172, dengan target di 177-183. Hindari dulu jika belum break di atas 172. Cutloss di bawah 162.
–BSKL Buy on Weakness dengan area beli di 127-128, cutloss di bawah 125. Target dekat di 132-137.
–CUAN Spec Buy dengan area beli di 11750-11900, cutloss di bawah 11000. Target dekat di 12200-12500.
–PANI Spec Buy dengan area beli di 11300-11400, cutloss di bawah 11100. Target dekat di 11600-11800.
