TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Fesyen Perlu Intensifkan Konsep Slow Fashion

Achmad Adhito
30 June 2025 | 08:16
rubrik: Business Info
Boeing Gelar Perubahan Mendasar

Sumber Ilustrasi: Raw Pixel/Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness—Kesadaran akan dampak lingkungan dari tren fast fashion telah melahirkan tuntutan baru terhadap model bisnis yang lebih etis dan berkelanjutan. Indonesia dengan kekayaan wastra dan tradisi tekstilnya memiliki potensi untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan industri fesyen yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan bermakna secara sosial.
 
Konsep sustainability tidak hanya menjadi tuntutan pasar, tetapi juga strategi penting untuk memperkuat daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM), khususnya pada sektor fesyen dan kriya berbasis budaya lokal. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI (IKMA Kemenperin), Reni Yanita, dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan kemarin.
 
Sebagai upaya mendukung transformasi wastra dan industri fesyen yang berkelanjutan di tengah berkembangnya tren fast fashion. Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA secara aktif melakukan berbagai inisiatif seperti pembinaan, pelatihan dan promosi kepada para perlaku IKM.
 
Menurut Reni, perkembangan tren fast fashion turut mendorong kesadaran akan isu lingkungan dalam industri fesyen, sehingga mendorong inovasi yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, konsep slow fashion hadir di tengah tantangan isu lingkungan di industri fesyen saat ini. 
“Konsep slow fashion menekankan pada kualitas, etika, dan berkelanjutan dalam proses produksinya, serta selaras dengan semangat wastra nusantara yang menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dan kreativitas,” jelasnya.
 
Reni juga menekankan pentingnya transformasi wastra dan industri fesyen menuju arah yang lebih berkelanjutan. Sebab, industri fesyen global merupakan salah satu sektor yang dapat menyumbang emisi karbon besar, dengan penggunaan sumber daya yang sangat tinggi.

Hal ini yang menjadikan masyarakat global mulai sadar akan pentingnya keberlanjutan dalam industri fesyen, termasuk bagi pelaku IKM nasional harus lebih adaptif terhadap tuntutan keberlanjutan tanpa meninggalkan akar budaya.
 
“Industri wastra dapat memanfaatkan tren dengan naiknya kesadaran konsumen terhadap lingkungan, untuk memperkuat posisinya dengan menghadirkan slow fashion yang berkelanjutan sekaligus menjawab kebutuhan pasar akan produk yang memiliki makna dan value tinggi,serta ramah lingkungan,” tuturnya.
 

BACA JUGA:   Industri AMDK Diproyeksikan Jadi Penopang Pertumbuhan Sektor Mamin pada 2026
Tags: fast fashionfesyen berkelanjutankemenperinreni yanitaslow fashion
Previous Post

IHSG Berpotensi Menguat

Next Post

Sentimen Positif Ini bisa Topang IHSG, Berikut Saham yang Direkomendasikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR