TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK Singgung Rencana Merger 16 Asuransi BUMN

Albarsyah
2 July 2025 | 13:02
rubrik: Finance
Rasio KPMM Menurun, OJK Cabut Izin BPRS Muamalat Yotefa Jayapura

Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyinggung soal wacana Badan Pengelola Informasi (BPI) Danantara yang disebut akan mengurangi jumlah asuransi BUMN melalui merger dan akuisisi.

Saat ditanya tentang kemungkinan perampingan 16 asuransi pelat merah menjadi 3, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya masih dalam tahap diskusi dengan holding asuransi pelat merah IFG. “Oh, itu kita masih bicara dengan IFG. Kita harus bicara dengan IFG untuk bagaimana programnya,” ungkap Ogi ditemui di Gedung DPR RI, di Jakarta, Senin, (30/6/2025).

Sebagaimana diketahui, IFG (Indonesia Financial Group) Holding membawahi beberapa perusahaan asuransi, penjaminan, dan investasi. Adapun beberapa anak usaha IFG Holding anatra lain, Jasa Raharja, Jamkrindo, dan Askrindo.

Selain itu, IFG juga membawahi Jasindo. Dari bagian asuransi jiwa dan kesehatan, IFG memiliki anak usaha IFG Life.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan perusahaan pelat merah akan melakukan aksi korporasi besar-besaran dalam 1-2 tahun ke depan.Hal tersebut dalam rangka peninjauan kembali fundamental bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dia mengungkapkan, akan ada lebih dari 350 aksi korporasi baik akuisisi maupun merger BUMN. “Konsolidasi bisnis ini kita harapkan akan selesai dalam 1-2 tahun ke depan, akan terjadi lebih dari 350-an merger dan akuisisi yang akan kita lakukan,” ujarnya dalam acara Outlook Ekonomi DPR Selasa (20/5/2025).

Dia menyebut, peninjauan kembali pada bisnis BUMN ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025. Peninjauan kembali menjadi tahap pertama yang dilakukan untuk menciptakan matriks BUMN berdasarkan industrinya masing-masing. “Kita harapkan ini akan selesai sampai dengan Oktober tahun ini. Satu per satu, kemudian output-nya kita melakukan matriks daripada perusahaan kita,” tuturnya.

BACA JUGA:   OJK Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan di Surabaya

Dia mengatakan, melalui aksi korporasi yang dilakukan jumlah BUMN akan berkurang signifikan.l dari 888 perusahaan menjadi kurang dari 200 perusahaan. “Nah ini akan terjadi dari 888 perusahaan, kita harapkan ini akan menjadi kurang dari 200 perusahaan yang skalanya besar dan memiliki kemampuan, daya kompetisi yang kuat,” ucapnya.

Tags: ojk
Previous Post

Pertamina Dukung Pemerintah Akselerasi Target Lifting Migas 2025

Next Post

SKK Migas: Blok Tuna Ganti Investor, Harbour Resmi Hengkang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR