
Jakarta, businessnews.id — Nilai neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari 2014 mengalami surplus sebesar USD 0,79 miliar. Hal itu disebabkan oleh surplusnya sektor nonmigas sebesar USD 1,59 miliar; neraca sektor migas mengalami defisit sebesar USD 0,80 miliar.
Menurut kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, bahwa nilai ekspor Indonesia pada Februari 2014 mencapai USD 14,57 Miliar atau mengalami peningkatan peningkatan 0,68 persen dibanding ekspor pada bulan Januari 2014. “Peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar USD 375,4 juta,” terangnya di Jakarta hari ini.
Sedangkan dari sisi tujuan, ekspor nonmigas paling besar ke China mencapai USD 1,59 miliar; disusul ke Amerika Serikat sebesar USD 1,28 miliar; Jepang sebesar USD 1,15 miliar.
“Tiga negara tujuan ekspor itu mengambil porsi 33,69 persen. Untuk tujuan Uni Eropa (27 negara ) dengan nilai USD 1,37 miliar,” kata dia. (ZIZ)