TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Apa Saham yang Dijagokan Analis Ipot Pekan Ini?

Achmad Adhito
7 July 2025 | 09:26
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot) Imam Gunadi, pagi ini memberikan rekomendasi mingguan untuk perdagangan di bursa saham Indonesia. Dalam riset yang diterima oleh redaksi Majalah TopBusiness, ia mengatakan bahwa berbicara tentang potensi market pekan ini 7-11 Juli 2025, trader perlu mencermati sentimen kunci dari global dan domestik.

Dari global, ada China Consumer Price Index. Tingkat inflasi China merupakan salah satu komponen penting untuk melihat bagaimana prospek ekonomi Indonesia kedepan, karena China merupakan partner dagang nomor 1 Indonesia. Dengan meredanya ketegangan antara AS dan China hal ini berpotensi akan meningkatkan daya beli di China yang pada akhirnya akan membuat inflasi keluar dari zona deflasi.

Sementara itu dari domestik ada 3 sentimen yang wajib dicermati yakni: Pertama, Indonesia Consumer Confidence. Sentimen konsumen merupakan leading indicator bagi arah belanja rumah tangga, komponen terbesar dalam struktur PDB Indonesia. Proyeksi mengindikasikan indeks bertahan di level optimisnya tepatnya pada 123.

Kedua, Indonesia Retail Sales. Data ini juga akan merupakan data yang sangat penting khususnya bagi industri ritel. Kenaikan retail sales berarti masyarakat lebih percaya diri untuk membelanjakan uang (biasanya karena pendapatan meningkat atau inflasi terkendali). Sebaliknya, penurunan menunjukkan pelemahan daya beli. Bank Indonesia dan pemerintah juga memantau data ini untuk menilai apakah stimulus atau pengetatan kebijakan diperlukan.

Ketiga, Indonesia Car Sales & Motorbike Sales. Data penjualan mobil dan sepeda motor di Indonesia merupakan indikator penting dalam membaca kekuatan konsumsi masyarakat, khususnya kelas menengah. Tidak seperti barang konsumsi harian, pembelian kendaraan bermotor adalah keputusan ekonomi jangka panjang yang mencerminkan keyakinan terhadap pendapatan masa depan dan kondisi keuangan saat ini.

BACA JUGA:   Musim Laporan Keuangan, Ini 20 Saham Direkomendasikan

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi dan kondisi global masih dibayangi ketidakpastian, terdapat sejumlah peluang menarik yang patut dicermati para trader. Imam merekomendasikan beberapa saham pilihan.

Pergerakan harga komoditas strategis, tren transisi energi, hingga akselerasi digitalisasi nasional menjadi faktor pendorong utama di balik rekomendasi itu.

  1. Buy INCO (Entry: 3560, Target: 3750, SL <3470). Permintaan nikel diperkirakan terus meningkat seiring akselerasi produksi kendaraan listrik (EV) global, di mana nikel merupakan bahan utama dalam baterai lithium-ion. Dari sisi industri, Indonesia memegang posisi strategis sebagai produsen nikel terbesar di dunia, dan INCO merupakan salah satu pemain utama yang memiliki cadangan besar serta rekam jejak produksi yang solid. Adanya dukungan kebijakan pemerintah untuk hilirisasi nikel dan peningkatan nilai tambah mineral juga menjadi katalis positif bagi kinerja jangka panjang INCO.
  2. Buy on breakout TOBA (Entry: 825, Target: 875, SL <800). Di tengah tren global dekarbonisasi dan transisi energi, emiten dengan strategi diversifikasi ke energi hijau mendapat sentimen positif, terutama di tengah volatilitas harga batu bara.
  3. Buy on breakout WIFI (Entry: 2020, Target 2120: SL <1965). WIFI berada di tengah tren digitalisasi nasional yang terus berkembang pesat, terutama dengan meningkatnya penetrasi internet di wilayah luar Jawa. Pemerintah melalui berbagai program seperti pembangunan BTS 4G dan jaringan fiber optik nasional membuka peluang besar bagi perusahaan infrastruktur digital seperti WIFI.
  4. Buy Obligasi FR0101 di IPOT Bond. Semakin solidnya data tenaga kerja di AS, membuat probability pemangkasan suku bunga di bulan Juli 2025 menurun tajam. Sehingga meskipun hingga akhir tahun nanti akan ada potensi pemangkasan sebanyak 50 bps atau 2x pemangkasan, namun dalam jangka sangat pendek, ada kemungkinan harga obligasi akan bergejolak, maka dari itu, untuk saat ini kami lebih merekomendasikan obligasi dengan tenor pendek dan obligasi korporasi yang lebih stabil, seperti FR0101 dengan kupon 6.875% dan Yield 6.20% yang jatuh temponya
Tags: imam gunadiIndo premier sekuritasipotrekomendasi saham mingguan
Previous Post

Di Pembukaan Perdagangan, IHSG Berkurang Poin

Next Post

Amar Bank Dukung Industri Kreatif Perfilman Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR