TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, IPB Gagas Lumbung Pangan Daerah

Nurdian Akhmad
10 July 2025 | 13:09
rubrik: Ekonomi
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, IPB Gagas Lumbung Pangan Daerah

Jakarta, TopBusiness – Upaya membangun ketahanan pangan melalui implementasi program swasembada pangan menjadi pondasi utama untuk menjaga kedaulatan dan keberlanjutan bangsa.

Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat dan kini sudah melampai 284,44 juta jiwa lebih, memerlukan bahan pangan yang terus meningkat, dan lonjakan signifikan. Demikian pula kebutuhan khususnya protein hewani, turut mengalami lonjakan. Hal ini menuntut adanya sistem produksi dan distribusi pangan yang efisien, berkeadilan, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Sektor peternakan rakyat memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan pangan tersebut, terutama karena keterlibatannya yang langsung dengan masyarakat desa sebagai produsen utama. Di sisi lain, peternakan rakyat masih menghadapi berbagai kendala struktural, seperti skala usaha kecil, manajemen tradisional, serta keterbatasan akses terhadap teknologi, pasar, dan permodalan.

Melalui Gagasan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), yang diinisiasi IPB University pada 2013, secara bertahap mengatasi tantangan itu. Beberapa sosok alumni jebolan SPR telah bertransformasi dari peternak tradisional menjadi pengusaha ternak kolektif berjamaah.

Keberhasilan ini didasarkan pada penguatan kapasitas kelembagaan, profesionalisme, dan penerapan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan usaha peternakan selama mengikuti program SPR. Dalam jangka panjang, para alumni SPR yang tergabung Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) sangat berperan penting dalam membangun kelembagaan ekonomi di tingkat kecamatan secara terintegrasi dengan Perguruan Tinggi, Pemda, dan kalangan Mitra Swasta.

Peran SASPRI yang sangat penting tersebut didukung oleh perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Strategis Perguruan Tinggi Pengelola SPR Indonesia (AGISPRINA). Lokasi alumni SPR dijadikan sebagai kawasan riset dan inovasi teknologi insan SPR untuk digunakan kegiatan tridharma perguruan tinggi civitas academica kampus.

Termasuk pendampingan profesional dalam bisnis kolektifnya dalam upaya mewujudkan swasembada bahan pangan yang masih perlu perjuangan bersama. Dalam hal ini peran penting pemerintah daerah sangat diharapkan untuk memicu terbangunnya ekosistem bisnis integrasi horizontal yang melibatkan alumni SPR sebagai komponen utamanya selain anggota asosiasi pelaku usaha dari hulu sampai hilir.

BACA JUGA:   3 Strategi Ketahanan dan Stabilitas Harga Pangan

Sebagai salah satu bentuk intervensi struktural dari sisi kelembagaan pangan lokal, Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB University menggagas program Lumbung Pangan Daerah. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas, dengan membangun jejaring distribusi pangan antarwilayah, pengelolaan cadangan pangan desa, serta integrasi sistem logistik lokal yang mendukung stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Lumbung Pangan Daerah menjadi salah satu instrumen konkret dalam mewujudkan SINTHESA (Sistem Integrasi Horizontal Ekonomi Desa) yang terdesentralisasi, inklusif, dan berbasis pada kearifan lokal.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah forum kolaboratif yang mampu menyatukan kekuatan berbagai pemangku kepentingan—peternak, perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat—dalam satu kerangka integrasi yang sistemik dan horizontal.

Untuk mendukung dan selaras dengan kegiatan Sistem Integrasi Horizontal Ekonomi Desa (SINTHESA)  tersebut, maka  Forum SASPRI-AIPI-IPB-ILDEX (SAINX) – Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia – AIPI, IPB University bekerja sama dengan Lembaga Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia – DIPI,  menyelenggarakan Seminar Nasional  yang melibatkan para ahli lintas bidang yang terkait”.

Seminar Nasional bertajuk “Sinkronisasi Sistem Integrasi Horisontal Ekonomi Desa (Sinthesa) dengan Program Swasembada Pangan” yang digelar pada Kamis, 10 Juli 2025 di Ruang Pertemuan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia  (AIPI), Lantai 17 Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, ini ingin mencoba menjawab tantangan tersebut.

Menghadirkan akademisi, praktisi pertanian, dan pemangku kebijakan dari berbagai daerah, forum ini menjadi ajang strategis untuk merumuskan langkah konkret memperkuat posisi desa sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.

“Forum ini tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga wahana perumusan agenda bersama, inovasi kebijakan, dan aksi konkret untuk mewujudkan kemandirian pangan. SINTHESA bertujuan menjadi simpul integrasi kelembagaan yang memperkuat sinergi antar sektor, menyelaraskan program-program lintas aktor, serta mengatasi fragmentasi dalam pengelolaan sistem pangan nasional, khususnya berbasis komunitas,” ujar Ketua Dewan Guru Besar IPB, Prof. Dr. Evy Damayanthi, MS dalam sambutannya.

BACA JUGA:   Perkuat BPR dan BPRS, OJK Terbitkan Tiga Peraturan

Seminar nasional ini menghadirkan narasumber antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai Pembicara Kunci yang menyampaikan sambutannya bertema Arah Kebijakan Pemerintah di Bidang Ketahanan Pangan khususnya Program Swasembada Pangan Nasional. Selanjutnya Prof. Dr. Muladno, penggagas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) akan menyampaikan paparan ilmiah bertajuk “Tridarma Perguruan Tinggi, SINTHESA, dan Ketahanan Pangan”.

Selanjutnya diikuti oleh paparan dari Pemerintah Pusat  – Kepala Badan Pangan Nasional,  H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. yang menyampaikan tema berjudul  “Kebijakan Nasional dalam Swasembada Protein”; paparan dari wakil Pemerintah Daerah yang akan menyampaikan tema “Penguatan Ekosistem Pangan di Daerah” yang akan disampaikan oleh Drs. Sokhiatulo Laoli. M.M adri ASPEKSINDO & APKASI.

Narasumber dari kalangan akademisi  antara lain Dr. Miftahul Munir dari UNISKA/AGISPRINA yang membawakan presentasi berjudul “Model Pendampingan SPR dan Korporasi Rakyat”, Arya Wisnuardi, SE, M. Si. yang juga Wakil Wali Utama SASPRI yang akan mengungkapkan pengalaman lapangan berjudul “Gerakan SASPRI dan Dampaknya di Daerah”. Kemudian diikuti paparan Prof. Dr.rer.nat. Jaenal Effendi, S.Ag., M. A. dari PSP3 IPB yang  menyampaikan tema “Diseminasi Lumbung Pangan Daerah”. Semua rangkaian di atas akan dimoderatori oleh Dr. Bramada W. Putera.

Seminar diawali dengan Pembukaan oleh Ketua AIPI, Prof. Daniel Murdiarso, diikuti sambutan dari Ketua Dewan Guru Besar IPB, Prof. Dr. Evy Damayanthi, MS., dan selanjutnya penyampaian sambutan oleh Ir. Ruri Sarasono, MBA., selaku Direktur UtamaPT. Permata Kreasi Media (ILDEX)

Seminar ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan gagasan program Lumbung Pangan Daerah sebagai pemantik terwujudnya SINTHESA kepada publik dan mempertemukan aktor-aktor kunci dalam industri pangan bangsa.

Diharapkan, melalui seminar ini, terbentuk kesepahaman dan komitmen bersama dalam membangun sistem integrasi horizontal antar pelaku industri pangan, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan, serta membuka peluang kerja sama lintas sektor yang konkret dan berkelanjutan dalam mewujudkan program swasembada pangan Indonesia.

Tags: IPB Universityketahanan pangan
Previous Post

Cicil dan Gadai Emas BSI Melesat 92,52%

Next Post

Garap Proyek Sipil di Merauke, PPRE Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp144 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR