Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pasar modal terus berevolusi seiring perkembangan teknologi, yang terbaru dengan munculnya robot advisor di tengah-tengah dunia transaksi saham tersebut.
Kemunculan robot advisor guna membantu pengambilan keputusan pada transaksi pasar modal sebagai output perkembangan platform elektronik yang telah berjalan beberapa dekade ke belakang.
Robot advisor juga mampu membantu para investor untuk mengeksekusi serta sebisa mungkin menjaga dan membatasi kerugian dalam jual beli saham di pasar modal.
Perusahaan teknologi asal AS, EquBot, baru-baru ini menangkap peluang itu dengan meluncurkan sebuah robot yang menggunakan teknologi supercomputing IBM bernama Al Powered Equity ETF (Aieq) untuk meracik portfolio saham.
Mengutip laman Equbot.com, robot ini diklaim mampu meracik portfolio sekitar 30 hingga 70 saham. Selain itu, robot ini juga bisa menganalisis data lebih banyak dari yang mampu dilakukan manusia.
Racikan portofolio versi ETF ini dihitung berdasarkan kondisi ekonomi terkini, tren dan kondisi spesifik perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa.
Robot ini bisa memilih saham yang berpotensi cuan dari analisis sejumlah faktor kondisi tersebut. Teknologi yang ada di robot tersebut bisa menganalisis informasi dari 6.000 perusahaan yang tercatat di bursa AS.
Perusahaan teknologi yang bermarkas di San Fransisco itu merupakan bagian dari program Global Entrepreneur IBM dan juga sedang ditawarkan kepada investor melalui kerja sama dengan ETF Managers Group.
