TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RI-Prancis Berkolaborasi, Dorong Perdagangan dan Industri Pelayaran

Albarsyah
10 July 2025 | 14:56
rubrik: Business Info
Waktunya Direktur BEI Diisi yang Berkarir dari Bawah

Ilustrasi Human Capital/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie mengatakan Indonesia akan menandatangani kerja sama dengan European Union.

“Ini adalah blok yang sangat besar. Apa relevansinya untuk hari ini? Trade itu pasti akan diikuti oleh shipping industry” kata Anindya, beberapa waktu lalu.

“Entah dari sana ke sini, sini ke sana, sama saja. Jadi Indonesia juga mesti mengerti, dan tidak pernah mundur bahwa Indonesia punya rencana besar ke depan. Mencapai Indonesia emas,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah mencapai sekitar 26 kesepakatan kerja sama dengan Prancis. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dengan mengeluarkan deklarasi visi bersama untuk tahun 2050.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa total nilai kerja sama ini mencapai US$11 miliar atau sekitar Rp 179 triliun. “Saya hitung total nota kesepahamannya, paling tidak US$11 miliar, Jadi itu betul-betul inti dari pidato kedua pemimpin kita yang akan membawa Indonesia dan Prancis ke tingkat selanjutnya. Tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga antarpelaku usaha dan selanjutnya antarmasyarakat,” ujar Airlangga dalam acara Indonesia-France Business Forum, Rabu (28/5/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa jumlah Memorandum of Understanding terdiri dari 16 kesepakatan yang ditandatangani di Istana negara dan 10 lainnya dalam acara Indonesia-France Business Forum.

Perdagangan Indonesia dan Prancis

Data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan bahwa neraca perdagangan Indonesia terhadap Prancis mengalami defisit.

Pada 2024 saja, Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan dengan Prancis sebesar US$532,40 juta, mengalami penurunan 14,80% dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang mencapai US$738,60 juta.

Defisit neraca perdagangan antara Indonesia dan Prancis terjadi karena beberapa faktor yang memengaruhi aliran ekspor dan impor kedua negara.

BACA JUGA:   35.000 Mahasiswa UBSI Nikmati Layanan MNC Teknologi

Salah satu penyebab utama adalah ketidakseimbangan dalam perdagangan, di mana Indonesia lebih banyak mengimpor produk dari Prancis dibandingkan dengan jumlah ekspor yang dikirim ke negara tersebut.

Barang-barang yang diimpor dari Prancis, seperti mesin, peralatan mekanis, produk farmasi, dan kendaraan bermotor, memiliki nilai yang cukup besar dalam perdagangan internasional.

Selain itu, kerja sama ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Prancis turut berkontribusi pada peningkatan impor. Prancis merupakan salah satu mitra investasi utama bagi Indonesia, dengan nilai investasi yang signifikan di berbagai sektor, seperti industri mesin, elektronik, dan properti. Aliran investasi ini mendorong peningkatan impor teknologi dan barang dari Prancis, sehingga memperlebar kesenjangan perdagangan.

Indonesia saat ini tengah merundingkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) untuk meningkatkan akses pasar bagi produk ekspornya. Jika perjanjian ini berhasil disepakati, maka keseimbangan perdagangan antara Indonesia dan Prancis berpotensi membaik, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas ke pasar Eropa.

Dengan kerjasama yang cukup banyak antara Indonesia dengan Prancis, maka diharapkan terjadi perdagangan yang efektif dan efisien dan saling menguntungkan bagi kedua negara termasuk shipping industry.

Industri pelayaran memiliki peran penting dalam perdagangan global karena sebagian besar barang yang diperdagangkan antarnegara diangkut melalui jalur laut. Kapal kargo memfasilitasi distribusi berbagai jenis produk, mulai dari bahan baku hingga barang jadi, sehingga memperlancar arus perdagangan internasional.

Selain itu, moda transportasi ini lebih efisien dari segi biaya dibandingkan dengan jalur udara, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar.

Industri ini juga berkontribusi pada konektivitas global dengan menghubungkan pasar di berbagai wilayah. Jalur pelayaran memungkinkan negara-negara mengimpor dan mengekspor barang dengan lebih mudah, sekaligus menjaga stabilitas rantai pasok. Keberadaan kapal kargo memastikan ketersediaan barang meskipun terjadi gangguan dalam sistem perdagangan internasional.

BACA JUGA:   Selama Pandemi, Ekspor Ikan Hias Meningkat

Dari perspektif ekonomi, sektor pelayaran memberikan dampak yang signifikan dengan menciptakan banyak lapangan kerja di bidang operasional pelabuhan, konstruksi kapal, dan layanan logistik.

Peningkatan ekspor melalui jalur laut turut mendorong pertumbuhan ekonomi negara serta pengembangan sektor industri lainnya. Seiring dengan bertambahnya volume perdagangan internasional, industri pelayaran terus beradaptasi dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan logistik yang semakin kompleks.

Tags: Perdagangan
Previous Post

BTN Buka Gedung Baru Kantor Cabang Kupang

Next Post

NeutraDC Nxera Batam-Medco Power Hadirkan Renewable Energy Data Center

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR