TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tekanan Eksternal dan Dinamika Industri, Laba ASDP Turun 30 Persen

Nurdian Akhmad
14 July 2025 | 13:26
rubrik: Business Info
ASDP Berlayar dan Turut Membangun P3

Ilustrasi kapal ASDP. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited periode Januari sampai Desember 2024, ASDP membukukan pendapatan sebesar Rp 5,02 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 447,31 miliar.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo, mengatakan, pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi perusahaan. Meskipun laba bersih tahun 2024 mengalami penurunan 30 persen dibandingkan 2023 yang mencapai Rp636,54 miliar.

“Pendapatan ASDP pada 2024 telah melampaui angka pendapatan sebelum pandemi tahun 2019 yang sebesar Rp3,33 triliun. Bahkan naik 2 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 yang sebesar Rp4,92 triliun,” ujar Heru dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).

Heru menegaskan bahwa angka laba saat ini tetap mencerminkan ketahanan bisnis ASDP di tengah tekanan eksternal dan dinamika industri. Laba bersih 2024 mencapai target yang ditetapkan, menunjukkan pengelolaan bisnis yang tetap sehat dan berdaya tahan.

“Tahun 2024 bukan tahun yang mudah. Perusahaan menghadapi tekanan nilai tukar rupiah yang melemah, stagnasi tarif penyeberangan, dan dinamika perilaku pengguna jasa yang menuntut kecepatan dan digitalisasi. Namun kami tetap mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dan menjaga keberlangsungan operasional secara optimal,” ujar Heru.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari layanan penyeberangan baik komersial maupun perintis. Total produksi penumpang tercatat sebanyak 6,12 juta orang, kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 3,88 juta unit, kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 4,31 juta unit, serta barang yang diangkut mencapai 1,16 juta ton.

Meski beberapa komponen mengalami penurunan volume, namun efisiensi dan manajemen beban operasi yang ketat mampu menopang profitabilitas perusahaan.

ASDP juga mencatat efisiensi operasional yang baik, tercermin dari operating ratio sebesar 67%, meningkat dari tahun 2023 yang berada di angka 65%.

BACA JUGA:   Setelah Masuk Indeks MSCI, CLEO Tercatat di Indeks Global FTSE Russell

Demikian pula BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) tercatat sebesar 89%, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun tetap terkendali berkat pengendalian terhadap beban pokok usaha.

“Langkah efisiensi dan digitalisasi proses bisnis menjadi kunci kami dalam menjaga performa perusahaan di tengah tekanan biaya operasional,” kata Heru.

Heru mengaku, fokus pengendalian keuangan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah tekanan eksternal.

Rasio likuiditas ASDP juga menunjukkan kondisi keuangan yang sehat, di mana perusahaan memiliki kemampuan penuh untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Hal ini turut didukung dengan capaian EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) positif yang mencapai Rp 1,14 triliun.

Tags: PT ASDP Indonesia Ferry
Previous Post

Transaksi Saham Ini Kian Diminati, BEI Tambah 5 Saham Underlying Single Stock Futures

Next Post

Digitalisasi PHE OSES Sukses Optimalkan Produksi Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR