Jakarta, BusinessNews Indonesia—Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan bahwa pihaknya membukukan pertumbuhan kredit dan DPK (dana pihak ketiga) di tengah kondisi perbankan belum sepenuhnya pulih.
“Pertumbuhan ini didukung sejumlah hal. Yakni layanan berkualitas kepada nasabah, berbagai promosi, bunga kredit yang kompetitif, serta solusi perbankan yang komprehensif,” kata dia melalui keterangan pers (26/10/2017).
Dia pun mengatakan bahwa manajemen risiko yang prudent menjadi bagian penting dalam memertahankan pertumbuhan laba yang positif.
Sembilan pertama tahun 2017 ini, laba bersih BCA naik 11,3% menjadi Rp 16,8 triliun, secara year on year.
Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, tumbuh 5,2% menjadi Rp 41,7 triliun.
“Outstanding portofolio kredit, tumbuh 13,9% secara year on year ke Rp 440 triliun. Ini didorong oleh segmen korporasi dan konsumer,” kata Jahja.
