TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK Luncurkan Buku Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan

Nurdian Akhmad
15 July 2025 | 14:58
rubrik: Ekonomi
OJK Luncurkan Buku Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan


Jakarta, TopBusiness – Bertempat di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan buku Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan pada Selasa, 15 Juli 2025. Buku ini memuat penjelasan teknis, regulatif, dan kelembagaan terkait perdagangan karbon, serta ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pelaku sektor keuangan terhadap mekanisme pasar karbon.

“Peluncuran buku pada hari ini merupakan salah satu bagian dari upaya memperluas pemahaman dalam meningkatkan kapasitas pelaku sektor jasa keuangan terhadap perdagangan karbon di Indonesia,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutan peluncuran buku tersebut.

Buku tersebut membahas rantai proses karbon dari proyek hingga verifikasi, serta memperingatkan risiko seperti fraud dan greenwashing dalam mekanisme pasar. Untuk itu, dibutuhkan sistem tata kelola yang kuat, pengawasannya efektif, serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan menjaga integritas pasar karbon agar tetap kredibel dan dapat dipercaya.

Mahendra juga memaparkan capaian IDX Carbon sejak perdagangan perdana pada 26 September 2023 dan pembukaan akses ke pasar internasional pada 20 Januari 2025. Hingga 11 Juli 2025, volume transaksi tercatat hampir 1,6 juta ton karbon dioksida ekuivalen dengan nilai Rp77,95 miliar. Volume retirement melonjak dari 6.260 ton pada 2023 menjadi 980.415 ton karbondioksida. “Pemahaman yang baik menjadi kunci dalam mendorong partisipasi yang lebih luas dari seluruh pelaku sektor jasa keuangan,” ujarnya.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa sektor keuangan sudah menunjukkan minat besar terhadap perdagangan karbon sejak awal. Dari 15 pembeli perdana di perdagangan pertama IDXCarbon, enam di antaranya merupakan lembaga jasa keuangan.

“Buku ini disusun oleh OJK sebagai sebuah manifestasi komitmen terhadap keberlanjutan dan perkembangan perdagangan karbon di Indonesia,” kata Iman.

BACA JUGA:   Syarat Ekonomi Lebihi 6% versi Rizal Ramli

Ia juga menyoroti peningkatan tajam dalam aktivitas retirement karbon, dari 6.260 ton pada 2023 menjadi 98.400 ton yang sudah di-retire hingga saat ini. “Hal ini mendorong dekarbonisasi perusahaan-perusahaan tercatat,” ujarnya.

IDXCarbon pun mendapat pengakuan internasional. Pada tahun ini, platform tersebut dinobatkan sebagai Best Official Carbon Exchange in Emerging Economy oleh Green Cross United Kingdom, menjadi satu-satunya dari Indonesia yang menang dari 1.428 nominasi global.

“Pengawasan OJK dan integrasi sistem dengan SRN merupakan faktor penting dalam menjaga integritas dan kredibilitas pasar karbon Indonesia di mata internasional. Penghargaan ini bukan hanya milik IDXCarbon, tetapi juga merupakan refleksi keberhasilan kita bersama,” ucap Iman.

Ia mengajak lebih banyak pelaku sektor jasa keuangan untuk bergabung. Proses registrasi sebagai pengguna IDXCarbon masih dibuka dan tidak dipungut biaya.

Tags: ojkperdagangan karbon
Previous Post

PGN Pede Hadapi Gejolak Global

Next Post

Akhir Sesi Sore, IHSG Bertengger di Zona Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR