Jakarta, TopBusiness – Sebagai sebuah perusahaan yang memiliki visi ‘Menjadi Partner Terpercaya dalam Industri Beton Terintegrasi, Konstruksi, dan Modular di Indonesia,’ PT Waskita Beton Precast Tbk (IDX: WSBP) tengah mengembangkan 5 fokus utama.
Kelima fokus utama tersebut adalah sebagai berikut: pertama, mengembalikan kepercayaan stakeholder. Kedua, memperoleh kontrak baru dengan pendanaan baik. Ketiga, meningkatkan produktifitas (pendapatan usaha) dan optimalisasi aset eksisting. Keempat, membangun proses bisnis dan organisasi yang efektif & efisien. Dan kelima, penyelesaian kewajiban sesuai kesepakatan restrukturisasi. Keenam. Memperkuat struktur permodalan dan stabilitas keuangan.
Dalam mengembangkan 5 fokus utama tersebut, WSBP tercatat berhasil menghadirkan banyak kinerja positif. Capaian positif tersebut di antaranya adalah naiknya Nilai Kontrak Baru secara tahunan (year on year/YoY). Di mana pada tahun 2023 tercatat sebanyak Rp1,74 triliun dan tahun 2024 tercatat naik menjadi Rp2,37 triliun. Atau naik 36% secara yoy.
Kemudian untuk pendapatan usaha pada tahun 2023 sebesar Rp1,48 triliun dan pada tahun 2024 naik kembali menjadi Rp1,97 triliun. Atau terkerek 33%. Sedang untuk total liabilitas pada tahun 2023 sebesar Rp5,13 triliun dan pada tahun 2024 naik menjadi Rp5,17. Selain itu, Peringkat Kredit Perusahaan berdasar penilaian Pefindo pada tahun 2023 dan 2024 adalah idB Stable.
Hal ini disampaikan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Legal Waskita Beton Precast, Fathul Anwar dalam Penjurian TOP GRC Awards 2025 secara daring Jumat (11/7/2025).
PT Waskita Beton Precast Tbk telah resmi terpilih menjadi salah satu finalis TOP GRC Awards 2025 yang diselenggarakan oleh TOP Business. Hadir pula dalam penjurian di antaranya, Kepala Divisi Corporare Secretary, Fandy Dewanto dan Kepala Divisi Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Teddy Hermawan.
Menurut Fathul Anwar, semua capaian tersebut terjadi karena perusahaan berhasil menjalankan kepemimpinan berbasis Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam pencapaian kinerja berkelanjutan. Di mana semua proses bisnis WSBP didorong oleh peran seluruh organ perusahaan sebagai penggerak implementasi GRC dalam rangka mencapai kinerja berkelanjutan.
Adapun peran organ WSBP sebagai penggerak implementasi GRC diantaranya adalah memantau dan merekomendasikan perbaikan terhadap manajemen risiko. Di samping itu, mengevaluasi kebijakan, strategi, penerapan dan mitigasi manajemen Risiko. Terakhir, pengawasan terhadap Perseroan dengan memastikan bahwa kebijakan GCG disusun dan dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan peraturan.
“Selain menjalankan kepemimpinan berbasis GRC, capaian keberhasilan perusahaan juga didukung melalui pelaksanaan komitmen terhadap sosial, lingkungan dan tata kelola berdasarkan Sustainble Development Goals (SDGs) guna mendukung Sustainable Business Perusahaan,” kata Fathul Anwar.
Adapun beberapa pelaksanaan komitmen terhadap sosial, lingkungan dan tata kelola berdasarkan Sustainble Development Goals (SDGs) diantaranya adalah sebagai berikut: Pertama, upaya melindungi, memelihara, dan mengembalikan ekosistem dari dampak negatif aktivitas perusahaan. Dalam kebijakan ini, perusahaan dicatat menerapkan Standar Industri Hijau, menghadirkan inovasi produk hijau, dan penanaman 1 pohon setiap pengiriman 10 spun pile.
Kedua, meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung aktifitas ekonomi masyarakat. Pada kebijakan ini, perusahaan dicatat melakukan perbaikan infrastruktur jalan di sekitar area operasi, dan menyediakan fasilitas air bersih. Ketiga, mendukung pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan setara untuk dapat diakses oleh semua orang. Dalam kebijakan ini, perusahaan menghadirkan pendidikan ‘belajar beton goes to school’ serta memberi bantuan alat dan sarana pendidikan.
Berkat berhasil menjalankan kepemimpinan berbasis GRC dan melaksanakan komitmen terhadap sosial, lingkungan dan tata kelola berdasarkan SDGs pula, banyak pencapaian yang diraih WSBP. Pada tahun 2024 WSBP mengukur implementasi GRC mengacu pada 4 standar pengukuran. Seperti misalnya: SK 16 MBUMN & Per MBUMN 02 / 2023. Berdasar penilaian Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD), WSBP meraih nilai 84,07 atau mendapat kategori Baik. Selain itu berdasar penilaian RSM Indonesia terkait Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS), WSBP meraih nilai 72,87%.
Di samping itu, Skor GCG WSBP sebagaimana dinilai oleh Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD), juga dicatat meraih kualifikasi sangat baik. Baik itu misalnya, Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Ekstern. WSBP juga dicatat meraih Skor GCG 91,01 dan mendapat Kualifikasi GCG Sangat baik.
Demikian pula Kelengkapan dan Pelengkapan Tugas Komite yang Menjalankan Fungsi Pengendalian Intern, juga meraih Skor GCG 91,01 atau mendapat Kualifikasi GCG Sangat baik. Untuk Pedoman Perilaku Etika (Code of Conduct), WSBP bahkan meraih Skor GCG 96,80. Skor ini menjadikannya meraih kualifikasi GCG sangat baik.
Editor: Busthomi
