Jakarta, TopBusiness – Direktur utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengungkapkan, pihaknya akan mulai mengerjakan proyek MRT fase 3 koridor Cikarang-Balaraja sepanjang kurang lebih 87 kilometer pada 2026.
Titik yang akan diprioritaskan terlebih dulu adalah di wilayah Jakarta, khususnya antara Medan Satria (Bekasi) hingga Tomang (Jakarta Barat). “Insya Alloh ini tahun depan mulai konstruksi,” ujar Tuhiyat dalam acara presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Rabu (16/7/2025).
Sama seperti proyek MRT Fase 1 Koridor Lebak Bulus-Bundara HI sepanjang 15,7 Km yang saat ini sudah beroperasi, proyek MRT Fase 3 Cikarang-Balaraja ini sudah mendapat komitmen pendanaan dari JICA (Japan International Cooperation Agency).
Untuk proyek MRT yang saat ini masih dalam progres konstruksi adalah proyek MRT Fase 2A (Bundaran HI-Kota) sepanjang 6,3 Km. “Progres konstruksi fase Bundaran HI-Kota per 25 Juni 2025 sudah mencapai 49,99 persen,” kata Tuhiyat.
Sedangkan proyek MRT Fase 2B koridor Kota-Ancol Marina sepanjang 6 Km, saat ini masih dalam tahap feasibility study.
Proyek MRT lainnya yang masih tahap feasibility study adalah Fase 4 atau koridor Fatmawati-Kampung Rambutan sepanjang 10,6 Km.
“MRT Fatmawati menuju Kampung Rambutan ini memiliki skema proyek yang berbeda dengan MRT Koridor Utara-Selatan dan Timur-Barat yang financing-nya bekerja sama dengan JICA. Proyek sepanjang 11 Km underground ini skema financing-nya kita pakai KPBU atau kerja sama pemerintah dan badan usaha,” tutur Tuhiyat.
Dalam paparannya, Tuhiyat juga menyampaikan data jumlah pelanggan MRT fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) sepanjang tahun 2024, yakni sebanyak 40.821.425. Sementara itu, pada Semester I 2025 tercatat jumlah pelanggan MRT mencapai 21.053.246 atau dengan rata-rata 117,867 penumpang per hari.
