TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hasil Survei BI, Bank Makin Hati-hati Salurkan Kredit

Nurdian Akhmad
23 July 2025 | 16:55
rubrik: Ekonomi
Jelang Ramadhan, BI Sebut Ada Perbaikan Kinerja Penjualan Eceran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil survei perbankan sepanjang kuartal II 2025. Berdasarkan hasil survei tersebut mengindikasikan penyaluran kredit baru pada periode tersebut bakal mengalami peningkatan.

“Hasil survei perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada kuartal II 2025 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, meski lebih rendah dibandingkan kuartal yang sama tahun 2024,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Rabu (23/7/2025).

Denny mengatakan, hal tersebut tercermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru kuartal II 2025 sebesar 85,22 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari 55,07 persen pada kuartal I 2025, meski lebih rendah dari SBT 89,11 persen pada kuartal II 2024.

“Pertumbuhan permintaan kredit baru tersebut didorong oleh kredit modal kerja dan kredit investasi,” terangnya.

BI memperkirakan penyaluran kredit baru pada kuartal selanjutnya juga akan melanjutkan peningkatan, seiring dengan pertumbuhan permintaan yang positif.

“Pada kuartal III 2025 penyaluran kredit baru diperkirakan tetap tumbuh, dengan nilai SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 81,71 persen,” jelasnya.

Denny menjelaskan, standar penyaluran kredit pada kuartal II 2025 diindikasikan lebih berhati-hati dibandingkan kuartal I 2025, tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang positif sebesar 0,08.

Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati antara lain terdapat pada aspek plafon kredit, premi kredit berisiko, agunan, dan persyaratan administrasi. Pada kuartal III 2025, standar penyaluran kredit diperkirakan relatif sama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dengan ILS sebesar 0,02.

“Hasil survei menunjukkan bahwa responden memperkirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2025 tetap tumbuh. Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap baik serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit,” tuturnya

BACA JUGA:   Program Vaksinasi guna Pemulihan Ekonomi
Tags: bank indonesiapenyaluran kredit
Previous Post

Akhir Sesi Sore, IHSG Melonjak Tajam

Next Post

Asosiasi Housewares Indonesia Akan Diresmikan di IGHE Indonesia Expo 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR