Jakarta, TopBusiness – PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) terus menggencarkan ekspansi bisnis ke tingkat regional dan global. Melalui anak usahanya, Probiotec Pty Ltd di Australia, PYFA sedang merampungkan konsolidasi empat fasilitas ke satu kompleks terpadu di Kemps Creek, West Sydney.
Fasilitas seluas 36.000 m² itu akan menjadi salah satu pusat pengemasan farmasi dan FMCG terbesar di Australia, dilengkapi dengan sistem otomasi tinggi, sertifikasi GMP/TGA, serta pemanfaatan energi terbarukan sebesar 30% dari kebutuhan operasional.
Direktur Utama Pyridam Farma (PYFA) Lee Yan Gwan menegaskan, langkah ekspansi ini merupakan pilar penting dalam strategi pertumbuhan global perusahaan.
“Kami memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir, dari R&D hingga produksi sampai distribusi. Langkah ini menjadikan PYFA sebagai mitra industri yang andal dan kompetitif di tingkat regional maupun internasional,” ujar Gwan dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (24/7/2025).
Strategi ekspansi terintegrasi ini disampaikan secara resmi dalam paparan publik (public expose) PYFA pada 18 Juni 2025. PYFA tengah memperkuat kapasitas produksi domestik, mengkonsolidasikan fasilitas luar negeri, serta meningkatkan kapabilitas riset dan inovasi produk.
Di dalam negeri, salah satu proyek utama yang tengah digarap adalah pengembangan fasilitas produksi Ethica Industri Farmasi, anak usaha PYFA yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas ini dirancang dengan tiga lini produksi baru dan relayout area existing, yang diproyeksikan menambah potensi penjualan sekitar Rp 300 miliar per tahun.
Ethica saat ini dikenal sebagai pusat produksi injeksi steril berstandar tinggi dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok regional.
Sebagai bagian dari penguatan riset dan inovasi, PYFA juga menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan global XtalPi, yang dikenal memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan obat. Kolaborasi ini memungkinkan proses uji coba dilakukan lebih cepat dan akurat, sekaligus mengefisienkan waktu dan biaya pengembangan.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, PYFA menargetkan pertumbuhan penjualan dan EBITDA yang berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan. Perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan keterbukaan informasi secara berkala sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Emiten farmasi ini menutup Kuartal I-2025 dengan kinerja solid dan fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan, seiring komitmen penguatan produksi dan inovasi.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2025, PYFA mencatat lonjakan pendapatan bersih sebesar 325% menjadi Rp685,46 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mencetak EBITDA sebesar Rp56,07 miliar dan laba bruto sebesar Rp180,24 miliar, naik signifikan dari Rp59,07 miliar pada Kuartal I-2024.
Chief Financial Officer Pyridam Farma (PYFA) Sinta Lestari Ningsih menyatakan, kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi jangka panjang yang tengah dijalankan perusahaan.
“Kinerja kuartal pertama membuktikan ketahanan dan efektivitas model bisnis kami, serta kesiapan PYFA memasuki fase pertumbuhan berikutnya melalui ekspansi fasilitas produksi dan inovasi R&D,” ujar Sinta.
