Jakarta, TopBusiness – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat tata kelola Governance, Risk, and Compliance (GRC) melalui pendekatan sistemik dan berbasis data.
Abiyoga Hamim Syahputra, Kepala Divisi Satuan Pengawas Internal, menjelaskan bahwa transformasi GRC dilakukan secara menyeluruh dan menyentuh berbagai aspek penting, termasuk pelaporan pelanggaran dan pengendalian internal.
“Kami memiliki sistem pelaporan yang disebut Whistleblowing System yang digunakan sebagai sarana bagi pelanggan, bagi masyarakat umum, maupun bagi karyawan untuk menyampaikan apabila ada penyimpangan atau indikasi fraud dan pelanggaran terhadap tata kelola yang baik,” ungkapnya saat mengikuti wawancara penjurian TOP GRC Awards 2025 secara daring, Kamis (24/7/2025).
Sistem ini tidak hanya menjadi sarana pelaporan internal, tapi juga bagian dari penguatan etika dan keterbukaan. Menurut Abiyoga, laporan yang masuk akan diverifikasi oleh satuan pengawasan internal. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan diteruskan ke Komite Etik atau bahkan aparat hukum.
“Kami memiliki sistem manajemen risiko dan pengendalian internal yang kuat, dan berperan penting untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang berpotensi mengganggu kelangsungan usaha kami,” ujar Abiyoga.
Risiko diidentifikasi secara berkala dan hasilnya dilaporkan kepada manajemen serta Dewan Komisaris setiap triwulan. Hasil tersebut digunakan untuk evaluasi dan perbaikan kebijakan.
Dalam pengadaan dan pengelolaan kontrak, Transjakarta menekankan integritas sebagai prinsip utama. “Dalam proses pengadaan dan pengelolaan kontrak, Transjakarta menerapkan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proses,” tambahnya.
Budaya GRC ini bukan hanya prosedural, melainkan sudah terinternalisasi dalam nilai-nilai perusahaan.
“Kami meyakini bahwa dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, manajemen risiko yang efektif, dan kepatuhan yang konsisten, Transjakarta dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat,” tegas Abiyoga.
Dalam kesempatan ini juga, turut hadir Senior Spesialis Auditor, Rankie Rolando dan Kepala Departemen Manajemen Risiko, Ferly Ferdiant.
Inovasi dan Transformasi Digital
Selain penguatan tata kelola, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga memanfaatkan berbagai inovasi dan sistem digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional.
Dalam presentasi berjudul Governance, Risk, and Compliance Empowering Sustainable Growth at Transjakarta, Abiyoga memaparkan secara komprehensif langkah-langkah modernisasi yang melibatkan teknologi, keterlibatan publik, dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Abiyoga menyebutkan bahwa perusahaan mengembangkan sistem operasional terintegrasi berbasis data untuk memantau kinerja layanan secara real-time.
“Kami mengembangkan sistem manajemen operasi yang terintegrasi, yang memungkinkan kami untuk memantau kinerja operasional secara real-time dan mengambil keputusan berbasis data,” jelasnya.
Sistem ini, lanjutnya, berdampak langsung terhadap efisiensi biaya, kecepatan tanggap terhadap kendala, serta kepatuhan terhadap standar pelayanan minimal.
Transjakarta juga terus mengembangkan kanal komunikasi dua arah dengan pelanggan. Penggunaan aplikasi mobile, kanal pengaduan digital, dan survei kepuasan pelanggan digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan layanan.
“Kami percaya bahwa keterlibatan pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam memastikan keberlanjutan usaha dan peningkatan kualitas layanan kami,” terang Abiyoga.
Salah satu inovasi strategis yang dikedepankan adalah elektrifikasi armada. Transjakarta secara aktif mengadopsi kendaraan listrik dalam layanan BRT (Bus Rapid Transit) dan non-BRT sebagai kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan upaya mencapai target net zero emission.
“Dalam mendukung keberlanjutan usaha dan menjaga lingkungan, kami mengimplementasikan berbagai inisiatif ramah lingkungan, termasuk elektrifikasi armada dan efisiensi energi.” Pungkasnya.
Dengan kombinasi inovasi digital, keterlibatan pelanggan, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, Transjakarta memperkuat perannya sebagai penyedia transportasi publik modern yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
