Jakarta, TopBusiness – PT Putra Rajawali Kencana Tbk (IDX: PURA) yang merupakan perusahaan jasa transportasi pengangkutan yang juga memberikan layanan multimoda transportasi ini masih optimis kinerja di tahun ini bisa mencapai target.
Hal ini lantaran adanya beberapa kebijakan yang bisa mendorong kinerja perusahaan. Seperti adanya RUU Hilirisasi dan kebijakan-kebijakan pendukung produksinya yang tentu bakal berdampak positif terhadap kinerja perusahaan.
“Perseroan tetap optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan sebesar 30% secara tahunan (YoY)hingga akhir tahun 2025. Karena banyak dampak positif dari kebijakan pemerintah seperti (rencana) RUU Hilirisasi dan kebijakan-kebijakan pendukung produksinya,” ujar Direktur Utama PURA, Ariel Wibisono, kepada TopBusiness, Jumat (1/8/2025).
Beberapa dampak positif itu, kata dia, pertama, bakal terjadi peningkatan permintaan jasa angkutan untuk bahan baku menuju fasilitas pengolahan dalam negeri. Kedua, lonjakan kebutuhan logistik untuk pengiriman hasil olahan (produk antara dan produk jadi) ke konsumen industri atau ekspor.
“Juga terkait dengan distribusi dari kawasan industri atau smelter ke pelabuhan atau gudang penyimpanan menjadi lebih masif. Termasuk juga terkait kebijakan ODOL (Over Dimension Over Loading),” ujar Ariel.
Adapun untuk kinerja semester pertama 2025 ini, lanjut dia, kinerja Perseroan masih oke. Untuk pendapatan Perseroan pada semester pertama tahun 2025 masih mengalami peningkatan sebesar 12,5% secara tahunan, sejalan dengan laporan keuangan triwulan II yang telah disampaikan ke publik.
“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume jasa pengangkutan dan efisiensi operasional yang berkelanjutan,” ujarnya lagi.
Adapun ketika ditanya terkait dengan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan kondisi pasar logistik, disebut Ariel, kebijakan tarif Presiden AS tidak berdampak langsung terhadap kinerja Perseroan, mengingat fokus utama PURA adalah pada hilirisasi logistik domestik.
“Sejauh ini, segmen pasar dalam negeri memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan, dan volume pengangkutan sektor industri nasional saat ini cukup menjanjikan, meski tetap kompetitif. Tantangan di pasar logistik lebih bersifat struktural, seperti efisiensi rantai pasok dan peningkatan utilisasi asset,” katanya.
Sementara itu, untuk langkah ke depan, PURA juga masih memprioritaskan pada penguatan fondasi operasional serta pengembangan jaringan distribusi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan. Untuk itu, PURA belum merencanakan aksi korporasi dalam waktu dekat ini.
