TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berhasil Tekan Kerugian, PRDA Gaet Pendapatan Sebesar Rp1,03 Triliun

Busthomi
4 August 2025 | 11:04
rubrik: Capital Market
Anggarkan Rp200 Miliar, Prodia Siap Buyback Saham

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA), penyedia layanan laboratorium klinik terkemuka di Indonesia, mengumumkan kinerja keuangan untuk Semester I tahun 2025.

Di tengah tantangan makro ekonomi seperti tekanan daya beli, depresiasi rupiah, dan penyesuaian belanja kesehatan masyarakat pasca-pemilu, Prodia tetap mencatatkan kinerja yang relatif solid.

Pendapatan Semester I 2025 tercatat sebesar Rp1,03 triliun, mengalami koreksi sebesar 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu—namun tetap menunjukkan ketahanan permintaan layanan diagnostik di tengah kondisi pasar yang menantang.

Platform digital unggulan Prodia, U by Prodia, menunjukkan kinerja yang luar biasa. Pendapatannya tumbuh hampir 400% dibanding tahun lalu.

Kerugian juga berhasil ditekan secara signifikan menandakan arah bisnis yang semakin positif dan efisien.

Pengembangan digital melalui fitur-fitur layanan seperti SubAccount, dimana pengguna dapat menambahkan anggota keluarga ke dalam satu akun, mempermudah akses layanan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga—termasuk anak-anak hingga lansia yang mungkin kurang akrab dengan teknologi.

Selain itu, U by Prodia juga terus menghadirkan berbagai layanan inovatif lainnya, seperti: pemantauan hasil tes secara real-time langsung dari aplikasi, pemesanan layanan home service yang praktis tanpa harus ke cabang, riwayat kesehatan digital yang tersimpan aman untuk kemudahan pelacakan, integrasi dengan wellness program yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan pengguna, dan notifikasi pengingat pemeriksaan berkala sebagai bagian dari komitmen promotif preventif Prodia.

Melalui pengembangan fitur-fitur ini, U by Prodia memperkuat posisinya sebagai platform digital kesehatan yang inklusif, nyaman, dan siap mendukung gaya hidup sehat masyarakat modern.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi semangat untuk mendorong kinerja lebih baik di paruh kedua tahun ini.

“Di tengah dinamika industri yang terus berubah, kami tidak hanya berupaya bertahan, tetapi juga membangun masa depan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, digital, dan berpusat pada pasien,” kata dia dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).

BACA JUGA:   Sukses Jalankan Program PEN, Laba Bersih BTN Melambung 35,32% di Kuartal III-2021

“Kami percaya bahwa investasi kami hari ini —baik melalui teknologi, kolaborasi strategis, maupun inovasi layanan— akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang Prodia,” ujar Dewi.

Prodia berkomitmen untuk memperluas akses layanan berbasis teknologi dan memperkuat integrasi ekosistem kesehatan, termasuk pengembangan lini integrative medicine.

Adapun, dua langkah strategis Prodia yang telah diambil, antara lain dengan mengakuisisi Proline di tahun 2024 dan ProSTEM di 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Ke depannya, Prodia menargetkan peningkatan pemanfaatan klinik berbasis jenis penyakit (disease-type clinics), memperluas jaringan Point of Collection (POC) untuk menjangkau lebih banyak komunitas, serta mengembangkan fitur baru dalam U by Prodia yang mengintegrasikan program wellness dan monitoring kondisi kronis.

Pendekatan berbasis komunitas juga diperkuat melalui aktivasi merek melalui komunikasi channel Prodia.

Prodia akan terus memfokuskan strategi pertumbuhan pada layanan diagnostik bernilai tambah tinggi seperti tes esoterik, termasuk yang berbasis teknologi mass spectrometry yang kini tengah disiapkan untuk keperluan diagnostik lanjutan.

Selain itu, kolaborasi strategis juga dijajaki dengan mitra regional untuk memperluas ekosistem rujukan laboratorium di kawasan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, menambahkan meskipun Semester I diwarnai tekanan eksternal, pihaknya tetap optimis pada prospek Semester II.

“Kami melihat sinyal positif dari transformasi digital yang kami jalankan, terutama melalui U by Prodia yang mencatat perbaikan signifikan dari sisi finansial,” kata dia.

Meski masih dalam fase investasi, kerugian bersih U by Prodia berhasil ditekan secara substansial dibandingkan 1H24.

“Fokus kami adalah pada penguatan digitalisasi, kolaborasi strategis, dan tentunya mendukung inovasi layanan yang value-based untuk mendorong pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Liana.

BACA JUGA:   Di Pembukaan Perdagangan, IHSG Meningkat Poinnya

Sepanjang kuartal II-2025, Prodia terus menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menuai beberapa penghargaan dan kerja sama di bidang teknologi.

Tags: kinerja keuanganPRDAPT Prodia Widyahusada Tbksektor kesehatan
Previous Post

BFIN telah Mendapatkan Direksi Baru

Next Post

Ekspansif, CNMA Hadirkan Bioskop Pertamanya di Pematangsiantar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR