TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GRC-ESG Bank BPR Kanti: Komitmen Tumbuh Secara Etis, Tangguh dan Berkelanjutan

Agus Haryanto
5 August 2025 | 20:09
rubrik: Event
GRC-ESG Bank BPR Kanti: Komitmen Tumbuh Secara Etis, Tangguh dan Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness  – PT BPR Sukawati Pancakanti atau Bank BPR Kanti memiliki komitmen untuk tumbuh bersama secara etis, tangguh dan berkelanjutan. Ini bisa terlaksana dengan baik, lantaran perusahaan mengintegrasikan antara governance, risk management and compliance (GRC) dan environmental, social, and governance (ESG).

Saat sesi presentasi materi berjudul “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”, Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menyinggung soal betapa pentingnya keberlanjutan bisnis dengan didasari integrasi antara GRC dan ESG.

Dalam pandangan Made, pihaknya percaya bahwa bisnis yang berkelanjutan tidak hanya mengejar laba, tapi juga membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Sustainable business (bisnis yang berkelanjutan) adalah konsep bisnis yang membuat bisnis tidak hanya semata-mata meraih laba, namun juga dapat bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Selain itu, konsep bisnis  juga harus menerapkan nilai-nilai hukum dan perilaku dalam bisnis. Keberlanjutan dalam bisnis mengacu pada strategi dan tindakan perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial yang merugikan akibat operasi bisnis di pasar tertentu.

Dalam rangka menciptakan bisnis yang berkelanjutan, maka mengintegrasikan GRC untuk menegakkan kepatuhan dan ESG adalah faktor yang tak bisa dihilangkan.

“Dengan mengintegrasikan prinsip GRC dan ESG, kami membangun tata kelola yang bertanggung jawab dan siap menghadapi risiko secara proaktif. Nah, inilah komitmen kami untuk tumbuh bersama secara etis, tangguh dan berkelanjutan,” papar Made kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2025, yang berlangsung secara online melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, hari ini.

Integrasi ESG dalam kerangka GRC membantu bisnis bank menetapkan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian integral dari tata kelola. Hal ini memungkinkan bisnis untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko ESG secara efektif, sambil mematuhi peraturan yang relevan.

BACA JUGA:   PT Surabaya Industrial Estate Rungkut Ikuti Penjurian TOP HC 2023

Dikatakan Made, komitmen Bank BPR Kanti terhadap keberlanjutan tercermin dalam tindakan nyata. Adapun contoh kebijakan dan implementasinya. Pertama, perlindungan tenaga kerja dan keluarga. Dalam hal ini, Bank BPR Kanti menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja, termasuk keluarganya. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, BPR Kanti tidak hanya mendaftarkan karyawan sebagai peserta aktif, tetapi juga secara proaktif menyubsidi program “Sertakan” untuk seluruh anggota keluarga pekerja dengan membayarkan iuran rutin bulanan.

Kedua, perlindungan untuk peserta magang. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap generasi muda, Bank BPR Kanti juga mengikutsertakan mahasiswa/mahasiswi magang dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menjadi bukti bahwa keselamatan kerja menjadi perhatian serius, bahkan bagi peserta magang sekalipun.

Ketiga, kontribusi terhadap lingkungan sosial. Dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan hubungan baik dengan masyarakat, Bank BPR Kanti telah menyumbangkan pot dan tanaman kepada masyarakat Desa Temesi, Gianyar. Inisiatif ini mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat citra perusahaan sebagai lembaga keuangan yang peduli terhadap keasrian dan keharmonisan lingkungan adat.

Keempat, komitmen anggaran CSR yang terukur. Sebagai bentuk nyata akuntabilitas sosial dan tata kelola berkelanjutan, Bank BPR Kanti telah mencadangkan Dana CSR sebesar 3 persen dari laba perusahaan setiap tahunnya. Dana ini dialokasikan untuk program-program pemberdayaan sosial, pelestarian budaya lokal, serta kegiatan non-profit lainnya yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Previous Post

Kembangkan Produk, PIPA Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan China

Next Post

Saatnya Indonesia Serius Bangun Industri Surya Terpadu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR