Jakarta, TopBusiness – PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne) tahun ini menjadi Finalis atau kandidat meraih penghargaan TOP GRC Awards 2025. Berkat penerapan GRC yang efektif, Perusahaan dapat mengurangi risiko, meningkatkan kepercayaan stakeholders, dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
TOP GRC Awards adalah kegiatan pembelajaran bidang Governance, Risk, & Compliance (GRC), sekaligus kegiatan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil dalam menerapkan GRC untuk meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
Kegiatan penghargaan GRC tingkat nasional ini, diselenggarakan oleh majalah TopBusiness bekerja sama dengan asosiasi dan perusahaan konsultan di bidang GRC, GCG, Manajemen Risiko.
KrediOne telah mengikuti sesi Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2025, secara online, Kamis, 7/08/2025. Kuseryansyah, Direktur Utama memaparkan sejumlah keberhasilan terkait penerapan GRC di KrediOne dalam 1-2 terakhir.
“KrediOne adalah platform pinjaman daring yang menghubungkan antara pemberi pinjaman dan peminjam melalui aplikasi dengan menyediakan limit pinjaman yang tinggi, tenor panjang, dan bunga yang rendah,” ia menjelaskan aktivitas bisnis KrediOne kepada dewan juri.
“Kami menjalin kemitraan strategis dengan institusi keuangan untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat dan meningkatkan inklusivitas layanan digital keuangan seperti perbankan,” lanjutnya menjelaskan strategis bisnis KrediOne.
Menurut Kuseryansyah, strategi bisnis tersebut berhasil meningkatkan bisnis perusahaan. “Itu tercermin dari kinerja bisnis yang selaras dengan kinerja keuangan dimana peningkatan penyaluran berdampak positif terhadap peningkatan laba komprehensif Perusahaan,” ujarnya.
“Pada akhir tahun 2024, Laba Komprehensif KrediOne meningkat 16 persen secara YoY, yaitu Rp3.749.303.404 dari Rp 3.220.851.216 di akhir tahun 2023,” ungkapnya.
Penerapan GRC yang Efektif
Kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2025, Kuseryansyah menegaskan bahwa Perusahaan percaya bahwa GRC (Governance, Risk, and Compliance) merupakan fondasi penting untuk mencapai perusahaan yang berkelanjutan.
“Kami yakin bahwa dengan menerapkan GRC yang efektif, perusahaan dapat mengurangi risiko, meningkatkan kepercayaan stakeholders, dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan,” katanya.
Terkait penerapan Manajemen Risiko, pada tahun 2024, KrediOne telah melakukan Risk Assessment dan Risk Treatment. Tujuannya untuk menilai tingkat risiko inheren dan kecukupan pengelolaan risiko (risk control) yang telah dilakukan oleh perusahaan untuk memperkecil nilai risiko.
Saat cut off pada 31 Desember 2024, tercatat 12 Risk High, 72 Risk Medium, dan 47 Risk Low. “Seluruh risiko dimonitor secara berkala agar potensi kerugian yang dihadapi perusahaan terhadap keberlangsungan usaha dapat diminimalisir,” ujar Kuseryansyah.
Pada Februari 2025, KrediOne telah melakukan penilaian Risk Maturity Level pada risiko Keamanan Siber. Diperoleh hasil “Level 3 yaitu Terdefinisi”. Artinya, Perusahaan telah memiliki strategi dan kebijakan terkait manajemen risiko serta telah dikomunikasikan.
Kuseryansyah menegaskan bahwa penerapan Risk Management pada perusahaan telah mengacu pada standar ISO 31000:2018. “Langkah ini sejalan dengan rencana kami yang akan melakukan sertifikasi ISO 31000 tentang Risk Management ke depannya,” ungkapnya kepada dewan juri.
Sedangkan terkait Manajemen Kepatuhan, dikatakannya bahwa KrediOne telah memiliki SOP Hukum dan Kepatuhan. “Kami secara rutin melakukan evaluasi penerapan mekanisme kepatuhan untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur kepatuhan yang diterapkan efektif dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.”
Mekanisme penerapan GRC Terintegrasi di KrediOne dijalankan mengacu pada framework COSO ERM dan ISO 31000 sebagai panduan standar bagi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.
“Penerapan GRC terintegrasi didukung oleh sistem informasi Perusahaan sebagai sistem monitoring bersama yang dapat diakses oleh manajemen beserta tim internal yang memiliki kepentingan sesuai dengan kewenangannya,” kata Kuseryansyah. Contohnya: Sistem Informasi Quick BI, Redash, dan Sistem Informasi Inhouse.
Dukungan Teknologi Informasi
Sebagai platform Peer to Peer Lending Online, dalam menjalankan bisnisnya, KrediOne juga telah mengoptimalkan pemanfaaatan Teknologi Informasi (TI).
Defrian Afdi, Direktur IT dan Operasional mengemukakan bahwa dalam pengelolaan bisnis dan mendukung penerapan GRC, TI memainkan peran penting.
“Contohnya, kami membangun mobile application untuk mempermudah customer mengajukan pinjaman. Menggunakan AI utuk membantu tim QA melakukan pengecekan rekaman penagihan secara langsung,” pungkasnya.
Atas Presentasi yang disampaikan dan tanya-jawab di sesi Pendalaman Materi, dewan juri pun memberikan apresiasi atas pencapaian KrediOne. Dalam sesi Nilai Tambah, mereka juga memberikan sejumlah saran dari aspek kinerja, layanan, tata kelola, pengelolaan GRC Terintegrasi.
Turut hadir dari KrediOne dalam penjurian: August Rinaldi Sanoesi, Komisaris; Yeni, Direktur Bisnis; Asih Garnasih, Head of Legal Compliance; dan Habriyanto Rosyidi, PGR Manager.
Sementara, bertindak selaku Dewan Juri TOP GRC Awards 2025: Sentot Baskoro (Asosiasi GRK Indonesia), Ben De Haan (MSI Group), Mas Achmad Daniri (Ketua Dewan Juri), dan Satya Arinanto (FH Universitas Indonesia).
