Jakarta, TopBusiness – Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai, Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing dinilai berperan kunci sebagai motor utama akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Pada semester I-2025, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 45,9 persen dari total realisasi investasi.
Hal ini menunjukkan peran kunci modal asing dalam pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi. “Data PDB Q2-2025 juga menegaskan investasi sebagai motor utama akselerasi pertumbuhan,” kata Josua dalam keterangan resmi, Rabu (13/8/2025).
Josua menegaskan, ketahanan investasi asing ini akan sangat ditentukan oleh permintaan global dan efektivitas stimulus domestik.
Ia menyebut menjaga arus PMA bukan sekadar soal masuknya dana, tetapi juga transfer teknologi, pendalaman rantai pasok, dan perluasan basis ekspor. “Ini prasyarat agar pertumbuhan 5 persen bertahan tanpa beban fiskal yang berlebihan,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi naik 6,99 persen pada kuartal II-2025 secara tahunan. Ini didorong oleh pertumbuhan belanja modal pemerintah sebesar 30,37 persen secara tahunan dan impor barang modal jenis mesin yang tumbuh 28,16 persen.
Kenaikan PMTB ini berkontribusi 2,06 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II yang menyentuh angka 5,12 persen.
Sementara itu, PMTB menyumbang 27,83 persen dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB). Ini menjadikannya komponen terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga yang mencapai 54,25%.
Kinerja PMTB pada triwulan II 2025 menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada triwulan I, PMTB hanya tumbuh sebesar 2,12 persen persen yoy. Ini bahkan melambat dibandingkan triwulan IV 2024 yang tumbuh 5,04 persen.
