TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Ini Terbukti Tahan Resesi, Produksinya Bisa Tembus Rp105 T

Albarsyah
13 August 2025 | 13:27
rubrik: Business Info
65 Persen Pemda Ditargetkan Masuk Kategori Digital pada 2023

Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, proyeksi perbaikan ekonomi global yang diperkirakan tumbuh 3% pada tahun ini menjadi sinyal positif bagi sektor industri dalam rantai pasok global.

Seperti diketahui dari proyeksi IMF terbaru, ekonomi global diperkirakan tumbuh 3%. Ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi secara front loading serta penurunan tarif impor efektif oleh Amerika Serikat.

Airlangga pun mengungkapkan salah satu industri di Tanah Air yang akan menunjukkan performa mengesankan yakni produk kemasan.

Angka ini diprediksi akan terus tumbuh hingga Rp105 triliun pada akhir 2025, yang didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, kemajuan teknologi pengemasan, serta pertumbuhan pesat sektor farmasi dan e-commerce.

“Ini artinya the growing industry of makanan minuman ini globally extraordinary. Walaupun dunia menghadapi berbagai macam ancaman, tantangan, pertumbuhan ekonomi rata-rata 5%, tetapi selama masih ada pertumbuhan kelahiran, selama masih ada human resource atau semakin banyak SDM yang membutuhkan makan dan minum, maka disitu butuh packaging,” papar Airlangga saat meresmikan pabrik kemasan aseptik pertama di Indonesia milik PT Lami Packaging Indonesia, dikutip Senin (4/8/2025).

“Karena packaging ini membawa dari sumber kepada rumah masing-masing. Jadi ini industri yang menurut saya recession-proof,” tambahnya.

Hal tersebut menandakan bahwa pasar industri kemasan memiliki jangkauan yang luas dan masih terdapat ruang untuk terus mengoptimalkan produksi sektor tersebut sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Ke depan, Airlangga menegaskan pemerintah terus mendorong penguatan sektor industri sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 19,6%, sektor industri menjadi sektor penunjang utama dalam struktur ekonomi nasional.

BACA JUGA:   Yanmar Dukung Sepak Bola Anak Indonesia
Tags: kementerian perekonomian
Previous Post

Semester I, Menteri ESDM Bahlil Pamer PNBP Melonjak Jadi Rp138,8 Triliun

Next Post

Pemerintah Siapkan Stimulus Buat Geber Industri Lesu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR