Jakarta, TopBusiness—-Dalam mengimplementasikan GRC, PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) menyadari bahwa dukungan penuh dari manajemen puncak (top management) sangatlah penting.
“Bisa dikatakan, dukungan tersebut menjadi katalis utama bagi keberhasilan GRC di KAI Properti,” kata Direktur Keuangan dan Administrasi KAI Properti, Reska Putri, saat presentasi untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2025 melalui jaringan internet (13/8/2025).
Reska mengatakan bahwa, dengan dukungan tersebut, aktivitas KAI Properti mengacu ke sejumlah prinsip. Itu adalah prinsip transparansi, akuntabilitas, integritas, dan tanggung jawab.
Kemudian, Reska menjelaskan tentang sejumlah hasil asesmen terkait GRC di perusahaan tersebut. Asesmen terakhir risk maturity index menghasilkan skor 2,1 untuk aspek dimensi. Adapun untuk aspek kinerja, skor 2,1 pun didapatkan oleh KAI Properti.
“Ini berarti bahwa fase maturitas kami, di tahap ‘berkembang’,” Reska menjelaskan.
Adapun asesmen GCG untuk perusahaan tersebut menghasilkan skor 72,168 dari BPK RI. “Ini artinya ‘cukup baik’,” Reska menjelaskan lebih lanjut.
Teknologi Digital
Reska pun menjelaskan penggunaan teknologi digital dalam praktik GRC. Teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi KAI Properti mendukung kinerja bisnis dan implementasi GRC berkelanjutan.
Ada satu contoh untuk hal itu. Yakni bahwa, dalam hal itu, KAI Properti telah menggunakan SAP Project System. Maka, untuk proyek-proyeknya, perusahaan tersebut menggunakan sistem SAP itu untuk sistem perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian.
“Jadi, seluruh aspek proyek bisa kami pantau secara real time dalam hal waktu, biaya, dan sumber daya,” ia menjelaskan.
Untuk WBS (whistle blowing system) pun, KAI Properti berkolaborasi dengan Microsoft.
Kemudian, KAI Properti pun punya sistem manajemen risiko yang telah terintegrasi dengan Grup KAI. “Sistem tersebut berbasiskan web,” papar Reska.
