Jakarta, TopBusiness – Emiten farmasi, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (IDX: OBAT) belamu lama ini melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.
Pabrik tersebut berdiri di atas lahan hampir 1 hektare dan dirancang untuk memproduksi berbagai produk suplemen kesehatan dalam bentuk softgel dan tablet, serta produk kosmetik.
Terkait pembangunan pabrik baru ini, Direktur Utama OBAT, Is Heriyanto menyebut, bakal berdampak positif terhadap kinerja Perusahaan ke depannya. Kemungkinan bisa berkontribusi ke pendapatan atau penjualan sekitar 20% hingga 50%.
“Kami berharap bisa memberikan kontribusi terhadap omset minimal 20% atau bahkan bisa mencapai 50%,” kata Is saat dikonfirmasi TopBusiness, Rabu (20/8/2025).
Untuk diketahui, hingga kuartal I-2025, kinerja OBAT kian positif. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 76,56 miliar atau melesat sebesar 39,82% secara tahunan (YoY) dari sebelumnya Rp54,75 miliar pada semester I-2024.
Pendapatan OBAT berasal dari dua sumber utama. Pertama, penjualan produk yang tercatat senilai Rp 76,05 miliar di semester I-2025, melonjak dari Rp 54,38 miliar pada periode sama tahun lalu. Dan kedua, pendapatan jasa turut meningkat dari Rp 374,32 juta menjadi Rp 512,93 juta.
Adapun OBAT juga mencatatkan laba bersih yang melonjak 49,57% YoY menjadi sebesar Rp 18,91 miliar pada paruh pertama 2025. Dari sebelumnya di angka Rp 12,64 miliar.
Kembali Is menjelaskan, pembangunan pabrik ini diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Dana tersebut akan berasal dari kas Perseroan bersumber dari profit OBAT yang secara berkala didapat.
Adapun dana dari aki korporasi berupa penawaran umum perdana saham (IPO) sudah digunakan untuk modal kerja penyiapan bahan baku dan pembelian mesin.
Dan direncanakan, pabrik baru milik emiten di sektor Maklon Herbal, Kosmetik, dan Minuman Fungsional dan Botanikal ini akan beroperasi di tahun 2027 nanti dengan kapasitas nantinya untuk soft gel dan tablet sebesar 500.000 per shift dan sabun 20.000 per shift.
“(Dengan pabrik baru) ini keunggulannya kami menjadi perusahaan pertama yang merupakan one stop maklon. Semua divisi ada. Dari divisi herbal, kosmetik, minuman fungsional, suplemen soft gel, tablet, kuasi dan bahkan hingga PKRT (perbekalan kesehatan rumah tangga),” jelas Is.
Kehadiran pabrik baru ini diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi, memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, dan membuka peluang ekspansi ke berbagai segmen pasar baru, baik di dalam maupun luar negeri.
Dan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan grup usaha OBAT ini, anak perusahaan PT Botryo Herba Bioteknologi juga tengah memperluas pabrik PKRT untuk memproduksi deterjen, berbagai produk chemical kebersihan, dan kebutuhan rumah tangga.
“Pabrik ini juga nantinya akan mengadopsi prinsip ramah lingkungan dalam proses produksinya,” pungkas Is.
