Jakarta, TopBusiness – CBRE, firma konsultan real estat terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan ekspansi signifikan pada bisnis advisory (konsultasi) mereka di Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat platform layanan CBRE yang komprehensif di seluruh Asia Tenggara.
Langkah strategis ini dibangun di atas kehadiran perusahaan yang sudah berpengalaman di Indonesia, termasuk tim Manajemen Proyek dari Turner & Townsend, yang merupakan anak perusahaan dengan saham mayoritas dimiliki oleh CBRE, dan tim Global Workplace Services (GWS) yang beranggotakan 350 orang.
Selama dua tahun ke depan, CBRE berencana untuk memperluas tim advisory-nya secara signifikan dengan menambah hampir 100 talenta profesional baru di berbagai segmen pasar, termasuk perkantoran, ritel, serta industrial & logistik.
Investasi ini akan memastikan klien menerima wawasan pasar, panduan strategis, dan keahlian transaksi terbaik.
Perekonomian Indonesia, yang terbesar di Asia Tenggara, merupakan kisah pertumbuhan yang menarik. Didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan kelas menengah yang terus berkembang, negara ini tengah memodernisasi lanskap real estat melalui arus investasi asing yang signifikan.
Modal tersebut banyak mengalir pada sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti pusat data dan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV), di mana Indonesia menempati posisi sebagai pusat nikel dunia.
Dalam sesi diskusi, terungkap bahwa gelombang investasi tersebut bakal mendorong perkembangan di seluruh sektor properti, dengan fokus yang semakin besar pada green building (bangunan ramah lingkungan). Hal ini juga menggarisbawahi tren “flight-to-quality” dalam penyewaan perkantoran, serta permintaan tinggi terhadap lahan industri.
Hal ini seperti disampaikan oleh Managing Director Advisory Services CBRE Indonesia, Angela Wibawa di acara media briefing yang diselenggarakan CBRE dan Turner & Townsend, di Jakarta, Rabu (22/8/2025).
Kata dia, di 2025 ini pasar perumahan juga masih akan tetap kuat. “Terutama di kawasan pinggiran kota yang mendapat manfaat dari pembangunan infrastruktur baru,” terang Angela.
Apalagi dari sisi investasi di sektor properti juga mulai bagus. Banyak yang melakukan investasi di Indonesia itu untuk pembelian lahan atau tanah. “Salah satunya investor China yang investasi di Subang, Jawa Barat untuk membangun pabrik manufaktur mereka,” katanya.
Ekspansi layanan advisory CBRE di Indonesia berjalan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi yang kian menguat. Langkah ini bertujuan untuk membantu klien lokal maupun internasional menavigasi pasar real estat yang dinamis, sekaligus memaksimalkan peluang yang ada. Ekspansi ini dipimpin oleh Angela Wibawa, yang juga menjabat sebagai Head of Indonesia’s Advisory Business.
Di tempat yang sama, Anshuman Magazine, Chairman & CEO, India, South-East Asia, Middle East & Africa, CBRE, mengatakan, ketahanan ekonomi Indonesia dan posisinya sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara menjadikannya pasar yang sangat penting bagi pertumbuhan strategis CBRE.
“Ekspansi bisnis advisory ini adalah bukti keyakinan kami terhadap potensi real estat negara ini, sekaligus mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan layanan terintegrasi kelas dunia yang mampu memenuhi kebutuhan klien global dan lokal di kawasan yang dinamis ini,” jelas Anshuman.
Sumit Mukherjee, Head of Real Estate, Asia, Turner & Townsend, menyatakan, ekspansi di Indonesia secara sempurna melengkapi kehadiran manajemen proyek Turner & Townsend yang sudah kuat.
“Pendekatan terintegrasi ini akan memberikan klien solusi yang lengkap dan komprehensif, mulai dari perencanaan strategis hingga keberhasilan pelaksanaan proyek, dengan memanfaatkan gabungan keahlian kami untuk mengoptimalkan peluang dari pertumbuhan signifikan di sektor real estat dan infrastruktur Indonesia,” kata Sumit.
Bisnis advisory yang diperluas ini akan bersinergi erat dengan kapabilitas Manajemen Proyek Turner & Townsend di Indonesia, menghadirkan solusi end-to-end bagi kebutuhan real estat para klien, mulai dari perencanaan dan konsultasi strategis, hingga eksekusi proyek dan manajemen fasilitas.
Pengembangan ini memperkuat visi jangka panjang CBRE untuk bertumbuh di kawasan Asia Pasifik, dengan memanfaatkan keahlian global serta wawasan lokal untuk mendukung klien di pasar-pasar berkembang.
