Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (22/08/2025) akhir pekan, IHSG Diperkirakan Melemah.
Saham-saham AS ditutup melemah pada Kamis (21/8). Dow -0,34%, S&P 500 -0,40%, Nasdaq -0,34%. Pasar terbebani oleh laporan pendapatan Walmart yang mengecewakan dan klaim pengangguran yang lebih tinggi dari perkiraan, sementara investor menantikan pertemuan Federal Reserve di Jackson Hole. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun turun -0,37% menjadi 4,291%, sementara Indeks USD naik +0,43% menjadi 98,6.
Pasar komoditas beragam. WTI +0,49% (USD 63,5/barel), Brent +1,24% (USD 67,7/barel), batu bara -0,81% (USD 110,6/ton), CPO -0,84% (MYR 4.460), dan emas -0,29% (USD 3.338,7/oz).
Pasar Asia juga ditutup beragam: Kospi +0,37%, Hang Seng +0,24%, Nikkei +0,65%, dan Shanghai +0,13%.
IHSG melemah 0,67% ke level 7.890,7, meskipun terdapat aksi beli bersih asing sebesar Rp681,4 miliar (pasar reguler: +Rp533,6 miliar; pasar negosiasi: +Rp147,8 miliar). Pembelian asing bersih terbesar terjadi pada saham CUAN (Rp136,7 miliar), BBCA (Rp130,2 miliar), dan AMMN (Rp116,6 miliar), sementara penjualan asing bersih terbesar dilaporkan terjadi pada saham BRPT (Rp60,6 miliar), ADRO (Rp59,8 miliar), dan DEWA (Rp49,5 miliar). Saham-saham yang paling banyak bergerak adalah AMMN, UNTR, dan ASII, sementara DSSA, BREN, dan BMRI menjadi yang paling lambat.
Pagi ini, pasar regional dibuka bervariasi: Kospi +1,25%, Nikkei -0,19%. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, tertekan oleh sentimen negatif dari pasar global dan komoditas,” demikian tertulis di website.
