TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Alas Kaki di KITB Ekspor Sepatu ke AS dan Australia

Nurdian Akhmad
22 August 2025 | 15:10
rubrik: Business Info
Industri Alas Kaki di KITB Ekspor Sepatu ke AS dan Australia

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tekanan ekonomi global akibat penerapan tarif resiporkal oleh Presiden Donald Trump, industri alas kaki Indonesia menorehkan capaian penting di pasar global.

PT Yih Quan Footwear Indonesia, yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, melepas ekspor sepatu merek Converse ke Amerika Serikat senilai US$ 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar.

Industri alas kaki adalah sektor ekonomi yang bergerak dalam memproduksi berbagai jenis alas kaki, seperti sepatu, sandal, dan lainnya, untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam melindungi dan mempercantik kaki

Selain melepas ekspor ke Amerika, perusahaan juga mengapalkan produknya senilai US$ 60.000 atau Rp 980 juta ke Australia pada waktu bersamaan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah ini menjadi bukti nyata kekuatan ekosistem industri alas kaki Indonesia.

“Ekspor ini merupakan momentum yang menjadi bukti nyata kekuatan ekosistem industri alas kaki Indonesia, yang didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, kawasan industri Batang, asosiasi APRISINDO dan buyer global seperti Nike,” tutur Agus dalam keterangan resmi, Jumat (22/8/2025).

Menurut Menperin, sinergi tersebut tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat inklusi sosial, serta menjawab tuntutan keberlanjutan pasar global.

Industri alas kaki masih menjadi subsektor unggulan penyerap tenaga kerja dan penghasil devisa. Pada triwulan II 2025, industri kulit dan alas kaki tumbuh 8,31 persen (yoy), jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen.

Hingga Februari 2025, sektor ini menyerap 921.000 tenaga kerja, meningkat 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari-Agustus 2025, tercatat investasi 18 perusahaan skala besar dengan nilai Rp 10 triliun, yang menambah kapasitas produksi sebesar 73,4 juta pasang sepatu dan hampir 250 juta pasang komponen alas kaki. Investasi tersebut juga menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja baru.

BACA JUGA:   Tahun Baru 2022, SKK Migas – PHM Temukan Cadangan Migas Baru

“Ekspor industri alas kaki juga menunjukkan tren positif, mencapai US$ 3,77 miliar pada Januari-Juni 2025, atau tumbuh 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, kita juga menempati posisi ke-6 eksportir alas kaki dunia dengan pangsa pasar hampir 4 persen global,” jelas Agus.

Amerika Serikat menjadi pasar utama ekspor alas kaki Indonesia, diikuti Uni Eropa dan sejumlah negara non-tradisional.

Pemerintah juga berhasil menurunkan tarif resiprokal ekspor alas kaki ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen, yang merupakan tarif terendah dibandingkan beberapa negara ASEAN lain.

Ekspor sepatu Converse kali ini menjadi simbol keberlanjutan ekspor ke pasar AS, yang tahun lalu mencapai US$ 1,03 miliar atau hampir 50 persen dari total ekspor alas kaki Indonesia ke negara tersebut.

Nike Inc. sebagai pemegang merek bekerja sama dengan 50 pabrik di Indonesia, termasuk 20 pabrik alas kaki. Tahun lalu, Nike Inc. berhasil mengekspor lebih dari 200 juta pasang sepatu Nike, Converse dan Jordan ke pasar global.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT Yih Quan Footwear Indonesia, serta kepada Nike Inc. yang selama lebih dari tiga dekade telah menjadi mitra strategis industri alas kaki Indonesia,” ungkap Menperin.

Kementerian Perindustrian terus mendukung pengembangan industri alas kaki nasional melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, dukungan investasi, perkuatan kawasan industri dan perluasan akses pasar non-tradisional.

“Kami juga mendorong negosiasi perjanjian perdagangan yang berkeadilan dan mendukung peningkatan standar keberlanjutan dan green industry,” ucap Agus.

Tags: ekspor sepatu
Previous Post

Pasar Modal Bangun Aksesibilitas Jembatan di Lampung 

Next Post

Likuiditas Ekonomi Naik 6,5% ke Rp9.569 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR