Jakarta, TopBusiness—AirNav Indonesia terus mengintensifkan sejumlah praktik GRC (governance, risk management, and compliance).
“Kami pun terus bertransformasi. Kami ingin menjadi partner aviasi terpercaya taraf internasional,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia, Azhizatun Azhimah, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2025 (25/8/2025).
Azhizatun lantas menjelaskan sejumlah hal tentang implementasi GRC itu. Antara lain, AirNav Indonesia terus memerkuat manajemen risiko pada seluruh area operasional. Pun, AirNav Indonesia telah mengimplementasikan three lines model dalam manajemen risiko.
“Sejak masa Covid-19 pun, kami memercepat investasi untuk fasilitas critical. Di situ, kami memfasilitasi adanya sustainable aviation,” kata Azhizatun.
Ia pun menjelaskan bahwa AirNav Indonesia telah punya standardisasi manajemen risiko.
Milestone GRC
AirNav Indonesia pun sudah punya sebuah milestone GRC. Bagaimana contoh tahapan dalam milestone tersebut?
Azhizatun menjelaskan bahwa, untuk tahun 2024, lahirlah peraturan direksi tentang tata organisasi dan tata kerja. Dari situ, lahirlah penambahan struktur organisasi kepatuhan dan kesinambungan.
Adapun di tahun 2023, ada regulasi internal mengenai sistem anti suap, code of conduct, dan lain-lain.
AirNav Indonesia sudah punya sejumlah komite pendukung/pelaksana GRC. Contoh hal itu adalah komite pemantau risiko dan pemantau audit. Dua komite ini dibawahkan oleh Dewan Pengawas AirNav Indonesia.
Sementara itu, komite yang dibawahkan oleh direksi AirNav Indonesia adalah divisi manajemen risiko; divisi hukum, kepatuhan, dan keberlanjutan.
“Three lines model, itu terus kami perkuat seiring dengan perkembangan dunia penerbangan,” Azhizatun menjelaskan lagi.
Seperti apa hasil asesmen GCG untuk AirNav Indonesia? Ia menjelaskan bahwa, di tahun 2023, skor GCG AirNav Indonesia di 89,64. Sedangkan di tahun 2022, skor tersebut di 89,62.
“Penilaian tersebut, menggunakan konsultan eksternal,” Azhizatun menjelaskan.
