Jakarta, TopBusiness – Di tengah tingginya tensi politik yang diwarnai dengan maraknya aksi demonstrasi hingga aksi penjarahan ke rumah politisi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami fluktuasi. Senin (1/9/2025) kemarin, laju IHSG kemarin ditutup turun 1,21%, dan disertai dengan net sell asing mencapai Rp2,14 triliun.
Untuk itu, kalangan investor dituntut untuk tidak mudah terbawa rumor di pasar modal. Hal ini seperti yang diminta oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada kalangan investor pasar modal agar tidak mudah termakan oleh rumor-rumor menyesatakan.
Untuk itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi meminta kalangan investor untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi di pasar modal.
Kata dia, keputusan dalam berinvestasi sebaiknya berlandaskan data faktual, bukan rumor. “Saya menghimbau kepada seluruh investor agar betul-betul bijak dalam berinvestasi. Tidak berdasarkan rumor, tetapi berdasarkan fakta yang faktual,” pinta Inarno saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025).
Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, dinamika sosial dan politik yang terjadi sejak akhir pekan lalu hanya akan berdampak sementara terhadap pasar.
Ia memahami adanya kekhawatiran di tengah masyarakat maupun investor, terutama setelah aksi unjuk rasa berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Menurut Inarno, kehadiran Airlangga memberikan efek positif terhadap psikologis pasar. Apalagi pada Jumat (29/8/2025) sebelumnya, IHSG sempat melemah 1,5% dengan dana asing keluar mencapai Rp 1 triliun.
“Sangat luar biasa concern beliau, sinergi dan dukungannya kepada pasar modal agar perdagangannya teratur, wajar, dan efisien. Dan kita lihat ternyata memang berdampak yang cukup positif,” tegas Inarno.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menambahkan, OJK tetap optimistis terhadap prospek perekonomian nasional. “Tetap percaya diri bahwa kita akan maju ke depan,” tandas Inarno.
