Jalarta, TopBusiness – Salah satu perusahaan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP), PT Remala Abadi Tbk. (IDX: DATA) baru saja melaporkan proses ekspansi bisnis sepanjang tahun 2025 ini. Bahkan langkah korporasi ini nyaris menghabiskan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan mencapai R 1 triliun.
“Iya, totalnya sekitar Rp1 triliun. Capex tahun ini. Dan hampir semua sudah digunakan. Sumber dananya dari perolehan bisnis operasional dan juga ada investor. Baik itu investor eksisting dan investor baru, Grup Djarum serta dari perbankan,” tutur Presiden Direktur Remala Abadi Agus Setiono, kepada wartawan usai menggelar paparan public, di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Anggaran tersebut, kata dia, akan digunakan untuk mendanai ekspansi anorganik, dengan mengakuisisi perusahaan penyedia layanan internet atau ISP lainnya. Termasuk yang berkembang di perkampungan atau RT/RW Net.
“Yang seperti ini (RT/RW Net) yang akan kami dekati. Kami jadikan mitra. Atau kalau bisa kami beli. Asetnya kami dapatkan, pelanggannya langsung kami maksimalkan. Karena di Indonesia ini banyak yang seperti ini yang menjual internet dengan harga murah tetapi kualitas minimum,” terang dia.
Langkah ini, kata Agus, sebagai bagian dari rencana Perseroan untuk memperluas layanan fiber-to-the-home (FTTH) 400.000-500.000 homepass ke seluruh Indonesia. Layanan ini membidik konsumen di segmen ritel.
Rencananya, ekspansi FTTH tersebut akan berlangsung hingga tahun 2027. Perusahaan juga berencana untuk membangun 5 juta homepass hingga periode tersebut.
Saat ini, DATA memiliki setidaknya lebih dari 12 ribu km fiber optic dengan 300 POP (Point of Presence) terpasang, 37 ribu FAT (Fiber Access Terminal), 317 ribu homepass, 83 ribu home connected, dan 11 ribu office connected. DATA juga sudah terhubung dengan 80% data center yang ada di wilayah Jabodetabek.
Kata Agus, Perseroan juga terus melakukan modernisasi teknologi FTTH yang saat ini dimiliki. Dengan modernisasi teknologi FTTH ini, perseroan dapat meningkatkan efisiensi penggelaran jaringan internet.
“Saat ini layanan internet Remala sudah hadir di Jabodetabek, Bandung, Karawang, Cirebon, Purwakarta, Cikampek, Cianjur, dan Semarang. Dengan modernisasi teknologi FTTH, pelanggan retail saat ini dapat menikmati layanan internet ultracepat hingga 1 Gbps dari Remala. Tentunya dengan harga yang terjangkau,” papar Agus.
Selain modernisasi teknologi FTTH, Agus menjelaskan sinergi dalam memanfaatkan infrastruktur yang dimiliki Iforte juga efektif memberikan peningkatan kinerja keuangan DATA di tahun 2025.
“Selain dengan grup, Remala juga melakukan sinergi dengan operator internet lainnya dalam penggunaan infrastruktur, baik itu infrastruktur pasif maupun aktif. Sinergi dengan grup dan operator lainnya sangat efektif meningkatkan kinerja keuangan perseroan,” tandas Agus.
Kinerja Keuangan
Seperti diketahui, DATA baru saja mencatatkan kinerja yang semakin solid hingga kuartal I-2025 ini. Terlihat dari pendapatan perseroan yang terus meningkat menjadi Rp86,395 miliar atau meningkat dari kuartal I-2024 sebesar Rp78,335 miliar.
Dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) perseroan juga mengalami peningkatan dari Rp26,169 miliar di kuartal I-2024 menjadi Rp31,492 miliar hingga akhir Maret 2025. EBITDA margin DATA juga mengalami peningkatan, yang pada awal tahun 2024 hanya 33,41%, kini di periode yang sama 2025 sudah menyentuh 36,45%.
Agus menegaskan, dengan meningkatnya kinerja perseroan saat ini ditentukan oleh keberhasilan manajemen dalam menjalankan strategi usahanya. Strategi yang saat ini dilakukan Remala, kata Agus, adalah dengan menggelar jaringannya di berbagai kota di Indonesia secara efektif dan efisien.
Agar peningkatan pendapatan perseroan dapat terus terjaga, manajemen juga memiliki strategi baik korporat maupun retail. Strategi korporat seperti pipeline booster, cross selling dan upselling, reactive client, dan target campaign.
Sedangkan untuk strategi retail di antaranya mempercepat pembangunan FTTH, implementasi program baru penjualan produk perseroan, melakukan implementasi unorganik, dan memberikan layanan terbaik, termasuk purnajual bagi pelanggan retail.
Strategi penjualan layanan internet dengan mengelompokkan berdasarkan segmentasinya, dinilai Agus, cukup efektif mempertahankan penjualan di Remala.
Saat ini segmentasi pelanggan di Remala terdiri dari partnership, pemerintahan, retail, dan korporat. Segmen partnership dipegang oleh Fiber Media Indonesia, sementara pemerintahan dan korporat dipegang oleh Tachyon. Segment retail mengusung brand NetHome.
“Komposisi pelanggan partnership, pemerintahan, retail, dan korporat saat ini cukup berimbang. Dan ini sangat menguntungkan Remala karena membuat pendapatan perseroan semakin solid. Karena Remala tidak tergantung pada salah satu segmen pelanggan saja,” pungkas Agus.
