TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Progres Pembangunan Bendungan Budong-Budong Capai 63,11%

Albarsyah
10 September 2025 | 10:16
rubrik: Business Info
Progres Pembangunan Bendungan Budong-Budong Capai 63,11%

Jakarta, TopBusiness — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan Bendungan Budong-Budong yang berlokasi di Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga akhir Agustus 2025, progres konstruksi telah mencapai 63,11% dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan bendungan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan air, mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, serta mereduksi banjir.

“Bendungan Budong-Budong dirancang tidak hanya untuk mengendalikan banjir dan penyediaan air baku, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian yang tujuannya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Menteri Dody.

Bendungan pertama di Sulbar ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki volume tampung efektif 47,25 juta m3 sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air irigasi, air baku, pengendali banjir, sekaligus mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Bendungan Budong-Budong akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan Daerah Irigasi (DI) Budong-Budong seluas 3.047 hektar serta memiliki potensi air baku sebesar 410 liter/detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai wilayah berkembang diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan, baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari bendungan.

Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini juga sangat diperlukan untuk mereduksi banjir untuk kawasan rawan bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa hingga 330,87 m3/detik serta memiliki potensi PLTMH sebesar 0,60 MW.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju Tampang mengatakan, Bendungan Budong-Budong terletak di anak Sungai Salulekbo (anak Sungai Budong-Budong) sepanjang 20,60 km. “Adapun luas Daerah Tangkapan Air (DTA) sebesar 136,77 km2,” kata Tampang.

BACA JUGA:   Nilai Global Bursa Digital: USD 100 Miliar

Konstruksi pembangunan Bendungan Budong-Budong telah dimulai sejak 8 Desember 2020. Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah dilalui tujuh sungai yakni Sungai Budong-Budong, Lumu, Karama, Karossa, Benggaulu, Kamansi, dan Panggajoang yang mengalir dari daerah perbukitan di bagian Timur menuju ke daerah pesisir Barat dan bermuara di perairan laut Selat Makassar. Bendungan Budong-Budong dibangun dengan membendung Sungai Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong-Budong.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Pengembang Kota Deltamas Raup Prapenjualan Rp580 Miliar

Next Post

Pulihkan Fasilitas Publik, Kementerian PU Respon Cepat Rehabilitasi Wisma MPR RI di Bandung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR