Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (22/9/2025) awal pekan, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (19/9). Dow +0,37%, S&P 500 +0,49%, Nasdaq +0,29%. Pasar AS ditutup menguat setelah Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps. Yield UST 10Y menguat 2,81% (+0,113 bps) ke 4,139%, dan USD Index -0,30% ke 97,6.
Pasar komoditas bergerak mayoritas melemah Jumat kemarin (19/9). Harga minyak WTI -1,40% ke level USD 62,68/bbl, harga minyak Brent 1,26% ke level USD 66,68/bbl, harga batubara -0,37% di level USD 107,5/ton, dan CPO -0,23% ke level MYR 4.424. Harga emas terpantau menguat 1,13% ke level USD 3,685/oz.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah Jumat kemarin (19/9). Kospi -0,46%, Hang Seng +0,00, Nikkei -0,57% dan Shanghai -0,30%.
IHSG ditutup menguat 0,53% ke level 8.051,1. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 2.871,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy (Rp 1.411,7 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing (Rp 1.460 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BRMS (Rp 1.162 miliar), BBRI (Rp 257,7 miliar), dan ANTM (Rp 124,5 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BMRI (Rp 329,3 miliar), GOTO (Rp 164,1 miliar), dan TOBA (Rp 87,9 miliar). Top leading movers emiten DSSA, BRMS, BBCA, sementara top lagging movers emiten AMMN, BMRI, BBNI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,55%, dan Nikkei juga mencatatkan +0,43%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
