TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Batik Sekar Rinambat Binaan PEPC 12 Dongkrak Perekonomian Desa Dolok Gede

Albarsyah
22 September 2025 | 13:13
rubrik: BUMN
Batik Sekar Rinambat Binaan PEPC 12 Dongkrak Perekonomian Desa Dolok Gede

Jakarta, TopBusiness – Sumringahnya rawut wajah Tri Astutik sebagai perintis dan pemilik rumah produksi batik Sekar Rinambat, ketika kami dari rombongan media massa Ibu Kota Jakarta melalukan visit ke wilayah kerja hulu migas di wilayah operasi Jawa, Bali, Nusa Tenggara (JABANUSA).

Sukses Tri Astutik membangun rumah produksi batik, yang terletak di wilayah Desa Dolok Gede, Bojonegoro. Setidaknya ada 30 orang yang diberdayakan Tri Astutik setiap harinya untuk memproduksi berbagai motif dan pesanan khusus dari berbagai bai intansi pemerintah maupun swasta. Pemberdayaan kaum wanita di sekitar tempat produksi batik Sekar Rinambat telah memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga di desa Dolok Gede.

Rumah Batik Sekar Rinambat sendiri mulai berdiri semanjak tahun 2016. Ketika mulai berdiri baru bisa memproduksi batik cap sebanyak 10 lembar. Saat ini sudah bisa memproduksi ratusan pis, dan jika ada orderan dari berbagai instansi seperti, pemerintah, sekolah, swasta dan BUMN maka bisa di atas ribuan pis.

Rumah batik Sekar Rinambat memiliki desain sebanyak 30 motif, hampir keseluruhan motif-motifnya menganbil dari kearifan lokal Bojonegoro, seperti Api Abadi.

“Saat ini rumah batik bisa meraih omset Rp 70 juta per bulannya, ini tidak termasuk dalam orderan -orderan khusus,” kata Ibu Tutik sapaan akrabnya pada awak media, saat bertandang ke kediamannya, Kamis (18/9/2025).

Ditegaskan Ibu Tutik, pihaknya sangat bersyukur telah menadapatkan pembinaan dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Jambaran-Tiung Biru.

“Saya dapat terpilih dalam program PPM di tahun 2016. Kami terus dibina baik itu manajerial dan tata kelola perusahaan yang baik, bagaimana memproduksi batik dari hulu hingga hilir. Lalu, bagaimana mengelola pasar yang baik, serta mendapatkan kesempatan  dalam berbagai pameran industri hulu migas baik itu di tingkat lokal Jawa Timur hingga di Jakarta. Kami juga mendapatkan kesempatan berbagai event di Kementerian Perdagangan-Koperasi dan UMKM,” tegas Ibu Tutik.

BACA JUGA:   Pertamina Drilling Berikan Pelatihan Pemasaran Produk Lidi Sawit di Desa Bangko Permata

Menurut Ibi Tutik, PEPC sangat memberikan dukungan penuh agar rumah produksi Batik bisa tumbuh dan berkembang. Berbagai dukungan untuk peningkatan kemampuan dan kualitas produk selalu menjadi perhatian perusahaan migas.

“Bahkan kami juga diberikan pelatihan dalam memproduksi eco print, akan tetapi produk eco print masih belum bisa berkembang di lokal Jawa Timur. Dengan berbagai keterbatasan bahan baku pewarnaan alami dan harga jual produk cco print ini masih sangatlah tinggi. Jadi, kami belum berani untuk jor-joran memproduksi cco print”, tegas Ibu Tutik. 

Suasana Pembuatan Batik

Ketika rombongan media visit JABANUSA menyambangi rumah produksi batik Sekar Rinambat pada Kamis (18/9/2025) pukul 10.48 WIB, empat orang emak-emak sedang tekun membatik kain seukuran 110 cm × 200 cm.

Kain batik dibentangkan di papan agar tidak kusut dan mudah dilukis. Terlihat tangan kanan mereka lincah memoles motif batik yang telah terpola dengan canting, sedang tangan kirinya memegang gelas plastik berisi cairan malan. Sesekali, terdengar candaan yang dilontarkan dari mereka sebagai pengusir rasa penat yang kerap hinggap.

Keempat perempuan paruh baya ini merenda harapan hidup yang lebih baik di beranda rumah milik Tri Astutik. Begitu pemandangan aktivitas keseharian rumah Batik Sekar Rinambat.

Batik Sekar Rinambat dirintis dan didirikan Ibu Tutik. Bisnis batik skala UMKM didukung PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, yang berada di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Ketua Kelompok Batik Sekar Rinambat Tri Astutik, dirinya memulai usaha dari nol. “Dimulai tahun 2016 bersama PEPC, saya menekuni kerajinan batik,” kata Ibu Tutik.

Dukungan program UMKM Naik Kelas dari PEPC 12 turut memperkuat kapasitas manajerial, pemasaran, hingga akses pasar yang lebih luas bagi kelompok batik ini. Sedang filosofi nama Sekar Rinambat adalah “Bunga yang Merambat,” yang mengandung harapan agar usaha batik yang ia rintis dapat terus tumbuh, berkembang, dan menyebar luas, bagaikan bunga yang indah dan memberi manfaat di mana pun ia merambat.

BACA JUGA:   PEPC Gelar Kenal Migas ke Generasi Muda

Kelompok batik ini secara resmi dikukuhkan pada 2018, tepat setelah Ibu Tutik mengikuti pelatihan batik yang difasilitasi PEPC 12 melalui proyek Jambaran Tiung Biru. Dari program tersebut para anggota mendapat bantuan modal berupa alat-alat produksi dan bahan baku, sehingga bisa mulai menekuni usaha batik dengan lebih serius.

Berkat keuletan dan kegigihan Ibu Tutik komunitas kerajinan batik yang diampunya sukses menghasilkan 100 lembar batik per hari, meningkat pesat dibanding awal yang hanya 10 lembar. Batiknya pun telah dikenal luas dengan beragam motif, termasuk motif Tengul yang laris hingga ribuan potong per bulan.

Melalui UMKM Batik Sekar Rinambat, Ibu Tutik tidak hanya berhasil meningkatkan kapasitas diri dan kualitas produknya, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta memberdayakan perempuan di desanya. Produk batik yang dihasilkan pun semakin beragam, inovatif, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Melalui batik ini, saya ingin membuka lapangan kerja untuk perempuan di desa. Alhamdulillah, omzet kelompok kami bisa mencapai 30 sampai 70 juta rupiah per bulan dan sudah merambah pasar luar kota,” ujar Ibu Tutik.

Lebih jauh Ibu Tutik mengungkapkan harga batik yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 180 ribu per lembar, tergantung motif, corak, hingga pemilihan kualitas kain. Nilai harga tersebut menjadikan batik produksi kelompok ini terjangkau oleh berbagai kalangan, tanpa mengurangi kualitas maupun nilai seni yang terkandung di dalamnya.

Bagi para anggota kelompok, batik tidak hanya soal keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, ia adalah cara untuk merawat tradisi. Kain dengan motif khas Bojonegoro membawa cerita sekaligus identitas yang terus dijaga.

Pihak PEPC melalui Communications, Relations and CID Zona 12 Wulan Purnamawati mengutarakan dukungan terhadap UMKM dilakukan tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga akses ke pameran, pemasaran, hingga manajemen usaha. “Keberhasilan Batik Sekar Rinambat menjadi bukti nyata komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat sekitar operasi,” kata Wulan.

Tags: batik sekar rinambatPEPC
Previous Post

Insentif Penarikan Dolar WNI dari Luar Negeri Dibahas Pemerintah

Next Post

AMHI Bahas Rencana Pembentukan Organisasi Media Sosial di Jabodetabek

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR