Jakarta, TopBusiness – Media Visit Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 berkunjung ke Wonosobo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan kali ini, jajaran Dewan Juri berkunjung Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo yang menjadi tuan rumah dari kunjungan Dewan Juri tersebut.
Hadir dalam acara tersebut hampir seluruh BUMD se-Karesidenan Kedu, Jawa Tengah itu. Mereka adalah tuan rumah PDAM Tirta Aji Kabupaten Wonosobo. Sementara 10 BUMD lainnya adalah, untuk PDAM-nya ada PDAM Kab. Magelang, PDAM Kota Magelang, PDAM Temanggung, PDAM Kebumen, dan PDAM Purworejo.
Selanjutnya ada BUMD lain yakni Bank Wonosobo, Bank BPD Jawa Tengah (Jateng), PT BPR BKK Wonosobo, PT Tambi, dan Glibal Dharma Asri.
Direktur Utama PDAM Tirta Aji, Muchammad Sjahid dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih atas kedatangan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 tersebut.
“Terima kasih kepada para Dewan Juri yang sudah berkenan hadir ke sini. Ini (Dewan Juri) semua hadir full team. Dengan ilmu kepakaran masing-masing. Semoga kadatangan para Dewan Juri bermanfaat bagi semua dan tentunya bermanfaat untuk Masyarakat Kedu,” ujar Sjahid di acara tersebut, Selasa (23/9/2025).
“Meraka (Dewan Juri) akan berbicara yang baik-baik (dialog interaktif/sharing session) untuk khalayak Kedu ini. Semoga apa yang disampaikan itu dapat kita terapakn di BUMD masing-masing,” ungkap dia lagi.

Di kesempatan yang sama, Sjahid juga memperkenalkan satu-satu direksi dari BUMD se-Karesidenan Kedu itu. Dengan bahasa yang tegas sekaligus mengelitik, satu demi satu nama-nama direksi tersebut disebut dan diperkenalkan di depan Dewan Juri. Bahkan dia membanggakan para yang datang ini menunjukkan kekompakan BUMD yang berada di wilayah Kedu ini.
“Salah satu BUMD yang ada di Wonosobo adalah PT Tambi. Ini BUMD yang mengelola perkebunan dengan tanah yang sangat subur di lereng gunung berapi aktif Sumbing dan Sindoro di Wonosobo. Dengan pemandangan yang sejuk seperti di Swiss,” terangnya.
Selain membanggakan BUMD se-Kedu, Sjahid juga mengupas sedikit kiprah PDAM Tirta Aji yang dikelolanya itu. “Alhamdulillah, di Wonosobo ini modal penyertaan (dari Pemerintah Kabupaten) juga lancer. Ini positif untuk menghidupi Perumda ini jadi lebih enak. Termasuk juga dalam hal pengelolaan SDM ke depannya di kala memasuki zaman digitalsiasi ini,” tegas dia.
Cuma, kata dia, dia sendiri mengantisipasi dampak dari digitalisasi itu. Salah satunya, digitalisasi di PDAM ini bisa jadi kemudian akan mengurangi jumlah SDM-nya. “Tapi alhamdulillah, beliau (Bupati Wonosbo-Afif Nurhidayat) sangat mendukung kita (dalam digitalsisai) untuk menciptakan efektifivitas dan efisiensi,” jelas dia.
“Kebetulan, aplikasi PDAM kita ini dibuat oleh anak negeri,” katanya lagi, bangga. “Selamat berdiskusi, semoga bisa berdiskusi dengan lancar dan membawa manfaat untuk BUMD kita semua,” kata dia, menutup sambutan.
